Bagikan

Pabrik Baterai Raksasa Bakal Hadir di KEK Palu, Investasi Tembus Rp 30,65 Triliun

Poin Penting

KEK Palu akan membangun pabrik baterai raksasa (BESS Gigafactory) dengan nilai investasi mencapai Rp 30,65 triliun.
Proyek hasil kerja sama Aslan Energy Capital ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 8 GWh per tahun.
Investasi ini diproyeksikan menyerap 4.300 tenaga kerja serta mendukung ekosistem pusat data dan energi terbarukan.

JAKARTA, investortrust.id — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu kembali menarik minat investor untuk pengembangan industri hilirisasi dan energi bersih. Pabrik baterai raksasa dengan investasi US$ 1,75 miliar atau setara Rp 30,65 triliun (asumsi kurs Rp 17.516 per dolar AS) bakal dibangun di KEK Palu.

Investasi jumbo itu akan masuk melalui proyek pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) Gigafactory dan ekosistem industri energi bersih. Komitmen investasi ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT Bangun Palu Sulawesi Tengah dan Aslan Energy Capital di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (11/5/2026).

“Pemerintah optimistis masuknya investasi baru, khususnya di sektor energi dan teknologi penyimpanan energi, akan semakin meningkatkan daya saing KEK Palu serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Dewan Nasional (Denas) KEK, Rizal Edwin Manansang dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Pada tahap awal, menurut Edwin, fasilitas BESS Gigafactory ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 8 gigawatt per hour (GWh) per tahun. Kapasitas itu diproyeksikan meningkat menjadi 12-15 GWh pada tahap ekspansi berikutnya.

Plt Sekjen Denas KEK, Rizal Edwin Manansang di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Denas KEK

Baca Juga

Dukung Pembentukan KEK Keuangan di Bali, OJK Siapkan Pengawasan Khusus Hingga Inovasi Produk

Selain memproduksi sistem penyimpanan energi skala besar, kata Edwin, proyek itu diarahkan mendukung integrasi energi terbarukan, infrastruktur pengisian kendaraan listrik, hingga pasar ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Proyek itu juga mencakup pengembangan pusat gas alam cair (LNG hub).

Rizal Edwin mengungkapkan, pengembangan BESS Gigafactory diproyeksikan menciptakan sekitar 1.300 lapangan kerja langsung dan lebih dari 3.000 pekerjaan tidak langsung melalui rantai pasok industri dan sektor pendukung lainnya.

Edwin menggarisbawahi, pemerintah akan terus mengawal implementasi investasi tersebut agar segera terealisasi.

“Kami berharap proyek ini segera direalisasikan, dan kami di Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK akan terus mendukung serta mengawal proses implementasinya agar KEK Palu dapat memberikan manfaat nyata yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” tandas dia.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, menyampaikan, investasi tersebut penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Investasi ini sangat penting, khususnya bagi Kota Palu, karena akan membawa multiplier effect yang besar. Dari sisi pemerintah, dampaknya tentu pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Palu ke depan,” ujar dia.

Di sisi lain, CEO Aslan Energy Capital, Muthu Chezhian menyebutkan, pihaknya telah mempelajari kawasan tersebut cukup lama sebelum memutuskan berinvestasi di KEK Palu.

Menurut dia, ketersediaan sumber daya alam serta kebijakan hilirisasi nikel Indonesia menjadi faktor utama yang menarik minat investasi.

Baca Juga

Investasi KEK Tembus Rp 353 Triliun pada Kuartal I-2026, Serap 273.301 Tenaga Kerja

“Kami juga melihat potensi besar untuk mendukung data center. Saat ini banyak pusat data mulai beralih dari sistem UPS tradisional menuju penggunaan BESS karena dapat meningkatkan standar pusat data dari tier 2 menjadi tier 3 atau bahkan tier 4,” tutur Muthu.

Presiden Direktur PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, Sony Panukma Widianto menekankan, pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan lahan industri sekitar 40 ha guna mendukung pembangunan gigafactory tersebut.

“Kami siap menyediakan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan agar ekosistem industri ini dapat berkembang secara optimal,” kata Sony.

KEK Palu merupakan kawasan industri di Sulawesi Tengah yang dikembangkan untuk mendukung pengolahan industri berbasis sumber daya alam, logistik, manufaktur, serta industri energi dan hilirisasi.

Kawasan seluas 1.500 ha itu terhubung langsung dengan Pelabuhan Pantoloan untuk mendukung konektivitas perdagangan domestik dan ekspor di Indonesia Timur.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024