Mastel Dorong Operator Telekomunikasi Transformasi ke Bisnis AI, Ini Sebabnya!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno mendorong agar operator telekomunikasi di Indonesia untuk bertransformasi mengikuti zaman. Bisnis telko dinilai harus bergerak dari sekadar pengelolaan bandwidth menuju model berbasis algoritma dan kecerdasan buatan (AI).
Pernyataan itu disampaikan Sarwoto dalam IndoTelko Forum 2026 di Jakarta, Selasa (29/4/2026). Menurut dia, masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan AI dan jaringan 5G secara bersamaan.
"Yang paling penting ilmu yang saya bawa pulang hari ini itu bener enggak operator itu bukan menjadi hanya bandwidth driven business tetapi juga algoritma driven business," ujar Sarwoto.
Ia tak menampik bahwa posisi Indonesia dalam pengembangan konektivitas masih tertinggal. Namun, kondisi tersebut harus dilihat sebagai tantangan yang dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan.
"Semua angka itu mari kita konversi menjadi nice problem Indonesia," harapnya. Optimisme, menurut dia, menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Baca Juga
Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Jadikan Kecerdasan Buatan Pilar Produktivitas Nasional
Sarwoto menilai pemerintah telah mengambil posisi yang tepat sebagai orkestrator dan enabler. Dukungan regulasi, termasuk potensi insentif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dinilai krusial untuk mempercepat investasi 5G dan AI.
Selain regulasi, operator juga perlu menyiapkan strategi monetisasi yang jelas. Pengembangan 5G, kata dia, tidak bisa hanya bergantung pada penetrasi perangkat semata.
Di sisi lain, potensi besar datang dari Internet of Things (IoT), robotik, hingga layanan yang membutuhkan latensi sangat rendah. Sarwoto juga menyoroti pentingnya fixed mobile convergence (FMC).
Ke depan, masyarakat membutuhkan layanan yang terintegrasi tanpa lagi memisahkan jaringan tetap dan seluler. "Ini yang didorong ke arah bagaimana kita menuju ke arah yang disebut sebagai AI driven society itu," jelasnya.

