Mastel Ungkap Urgensi Peta Jalan Nasional Atasi Disinformasi Digital
Reporter | Saliki Dwi Saputra
Editor | Fajar Widhiyanto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menekankan urgensi penyusunan peta jalan nasional untuk mengatasi maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno.
Sarwoto menilai derasnya arus informasi menyesatkan bukan sekadar masalah komunikasi publik, melainkan ancaman yang lebih luas. Hal ini bahkan menjadi ancaman kedaulatan negara.
“Kita menghadapi tantangan serius, derasnya arus misinformasi, disinformasi, bahkan manipulasi informasi asing yang sistematis. Ini bukan sekadar ancaman komunikasi, tetapi ancaman terhadap kohesi sosial, demokrasi, dan kedaulatan informasi bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).
Mastel menyebut, data pemerintah sebagai sinyal kuat perlunya strategi baru. Sepanjang 2023, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mencatat lebih dari 11.000 disinformasi tersebar di ruang digital, dengan isu dominan politik, kesehatan, dan SARA.
Sedangkan, berdasarkan survei Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan platform digital seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok menjadi saluran utama penyebaran disinformasi.
Oleh sebab itu, Mastel mendorong penyusunan peta jalan yang mampu menjawab tiga tujuan utama: mengidentifikasi tantangan besar dalam penanganan hoaks, menghimpun masukan awal untuk dokumen strategis nasional, serta membangun jejaring kolaboratif lintas sektor.
Sebelumnya pada pekan lalu, Mastel menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menggagas Peta Jalan Mengatasi Mis-/Disinformasi di Indonesia” bersama BBC Media Action. Sarwoto menegaskan hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan policy paper yang akan diserahkan kepada pemerintah dan ASEAN.
“Kita perlu kebijakan yang presisi, adaptif, dan kontekstual, bukan hanya reaktif terhadap hoaks, tapi juga proaktif melindungi ruang informasi kita dari ancaman jangka panjang,” tegasnya.
