Operator Telekomunikasi Kompak Dorong Percepatan Digitalisasi Demi Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Percepatan digitalisasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dinilai tidak dapat dipisahkan dari peran strategis operator telekomunikasi. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam diskusi Indotelko Forum bertajuk “Implementasi Kolaborasi Percepatan Digitalisasi” yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dalam forum tersebut, ketiga operator menyepakati pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan digital yang lebih merata, cepat, dan aman. Penguatan jaringan hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus utama dari operator.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan, percepatan digitalisasi tidak dapat berhenti pada penggelaran jaringan saja, namun juga pada inovasi dan kebijakan.
“Komitmen ini bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang menghadirkan inovasi teknologi digital terdepan seperti perluasan teknologi 5G, pemanfaatan AI dalam autonomous network, dan ragam solusi digital lainnya untuk mendukung industri telekomunikasi nasional,” ujarnya.
Indosat Ooredoo Hutchison juga menyampaikan pandangan senada.Direktur dan Chief Business Officer Indosat, Danny Buldansyah menilai, sinkronisasi roadmap nasional menjadi kunci agar industri bergerak dalam arah yang sama.
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi tentang menciptakan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Danny menambahkan, harmonisasi antara pemerintah, operator, dan pelaku teknologi penting untuk memastikan keamanan data, ketahanan siber, serta pembagian tanggung jawab yang lebih proporsional.
Baca Juga
Internet Indonesia Mahal dan Lelet di ASEAN, Adopsi 5G Dinilai Jalan di Tempat
Dari sisi XLSmart, rencana ekspansi jaringan 5G turut menjadi sorotan. Direktur and Chief Regulatory Officer, Merza Fachys menyampaikan, komitmen perusahaan membangun 8.000 BTS baru tahun depan. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pengembangan layanan yang menjangkau 175 ribu sekolah, 42 ribu kantor pemerintahan, dan sedikitnya 8.000 fasilitas kesehatan.
Mantan bos Smarfren itu juga berharap adanya tambahan alokasi spektrum untuk mendukung kualitas layanan. Menurutnya, kebutuhan kapasitas yang terus meningkat memerlukan dukungan regulasi agar masyarakat mendapatkan layanan internet yang lebih cepat dan stabil.
Forum strategis yang digelar Indotelko Group ini menghadirkan pembicara dari Kementerian Komunikasi Digital (Kemenkomdigi), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), operator telekomunikasi, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), serta para vendor infrastruktur.
Sebelumnya, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Denny Setiawan mengatakan, pemerintah tengah menyusun roadmap infrastruktur digital mencakup kabel laut, data center, fiber optic, dan mobile broadband. Ia menyebut rencana lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz akan mendukung perluasan digitalisasi hingga ke desa-desa.
Kemenkomdigi juga mendorong pengembangan infrastruktur sharing dan open access untuk mempercepat pemerataan layanan digital. “Kata kuncinya lebih ke open access dan regulasi kompetisi akses,” jelas Denny.

