Bagikan

BPK Temukan 1.442 Rumah FLPP Kurang Tepat Sasaran, Pengawasan Dinilai Lemah

Poin Penting

BPK menemukan 1.442 rumah FLPP bermasalah, termasuk 543 unit yang belum dihuni.
Pengawasan BP Tapera dinilai belum optimal dan belum terintegrasi dalam monitoring keterhunian.
Terdapat ketidakpatuhan senilai Rp 1,26 miliar dalam pengelolaan dana program FLPP.

JAKARTA, investortrust.id — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sebanyak penyaluran 1.442 rumah dalam program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) belum dikelola secara optimal dalam aspek pengawasan dan pemanfaatan.

Temuan tersebut berasal dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II/2025 atas pengelolaan dana FLPP 2024 hingga semester I-2025 pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan instansi terkait.

Baca Juga

Pemerintah Targetkan Penyaluran KPR FLPP 7.500 Unit di Sulut pada 2026

Dalam pemeriksaan tersebut, BPK menyimpulkan pengelolaan dana FLPP telah dilaksanakan sesuai kriteria dengan pengecualian. BPK memaparkan, sebanyak 543 unit rumah belum dimanfaatkan sebagai hunian. Selain itu, pada 899 rumah lainnya, stiker atau pelat KPR tidak dipasang sesuai ketentuan.

Ihwal itu, BPK menyatakan, pengendalian BP Tapera dalam memantau keterhunian rumah belum andal dan belum terintegrasi. Kondisi ini menyebabkan tingkat keterhunian tidak dapat diketahui secara pasti serta menimbulkan potensi rumah tidak dimanfaatkan oleh pemilik atau digunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho saat ditemui di kantor BP BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). Foto: investortrust/Rizqi P Satria

Alhasil, BPK merekomendasikan kepada Komisioner BP Tapera untuk mengintegrasikan dan mengimplementasikan sistem informasi guna meningkatkan monitoring keterhunian rumah.

Baca Juga

Salurkan 128.608 Unit, BTN Kuasai 46,7% Penyaluran KPR FLPP

Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan mengungkap dua temuan yang memuat dua permasalahan, yakni satu kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan satu ketidakpatuhan senilai Rp 1,26 miliar.

BP Tapera membukukan penyaluran KPR FLPP sepanjang 2025 tembus di 278.868 unit rumah dengan nilai Rp 34,64 triliun per 31 Desember 2025. Penyaluran tersebut dilakukan melalui 40 bank penyalur dan melibatkan 22 asosiasi perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan, dikelola oleh 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024