Bagikan

Pasar EV Tumbuh 20% di Awal Tahun Didorong Infrastruktur dan Banyaknya Pilihan Merek

Poin Penting

Penjualan kendaraan listrik meningkat 20% pada kuartal pertama 2026 didorong pilihan model.
Infrastruktur SPKLU yang semakin luas meningkatkan kepercayaan masyarakat beralih ke EV.
Tanpa insentif pemerintah daerah, pertumbuhan EV berpotensi melambat ke 10% hingga 15%.

JAKARTA, investortrust.id - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) cukup signifikan pada awal 2026. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan EV meningkat 20% dibandingkan periode sebelumnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Periklindo Tenggono Chuandra Phoa, mengatakan tren positif tersebut didorong semakin banyaknya pilihan merek dan model kendaraan listrik yang tersedia di pasar, sehingga meningkatkan minat konsumen.

Baca Juga

Pemerintah dan Gaikindo Godok Insentif bagi Mobil Listrik

“Kuartal pertama ini pertumbuhannya cukup baik, sekitar 20%. Salah satunya karena pilihan kendaraan semakin banyak, sehingga konsumen punya alternatif,” ujar Tenggono kepada Investortrust.id, Jumat (24/4/2026).

Selain itu, peningkatan infrastruktur pengisian daya juga menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan pasar. Keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), baik yang dibangun oleh PLN maupun pihak swasta, dinilai semakin memperkuat kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Pengunjung saat memadati booth untuk melihat mobil listrik VinFast pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (25/7/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.

“Sekarang SPKLU sudah semakin banyak, terutama di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta. Ini membuat konsumen lebih yakin karena tidak khawatir kehabisan daya,” terangnya.

Kendati demikian, Tenggono mengingatkan bahwa laju pertumbuhan pasar kendaraan listrik ke depan sangat bergantung pada dukungan kebijakan, khususnya dari pemerintah daerah. Tanpa insentif, seperti pembebasan pajak kendaraan listrik, pertumbuhan penjualan berpotensi melambat.

Baca Juga

Adopsi Mobil Listrik RI Tertinggal, Gap Capai 840.000 Unit

Lebih lanjut, iamemperkirakan, apabila pemerintah daerah (pemda) tidak memberikan insentif, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik pada kuartal berikutnya hanya akan berada di kisaran 10%–15%.

“Kalau tidak ada insentif, tentu masyarakat akan mempertimbangkan kembali. Namun, kalau didukung kebijakan, pertumbuhan bisa lebih tinggi,” ungkap Tenggono.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024