Reformasi Birokrasi Perpusnas Dapat Dukungan Menteri PABRB
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, memberikan dukungannya terhadap reformasi birokrasi yang ada di lingkup Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Dukungan itu disampaikannya saat bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusnas, Aminudin Aziz, Senin (25/3/2024). Pertama, Azwar Anas meminta agar dilakukan perbaikan tumpang tindih kebijakan di lingkup Perpusnas.
“Kita berharap ada perbaikan tumpang tindih kebijakan, karena di setiap institusi masih ada tumpang tindih kebijakan, Bapak mesti review tumpang tindih, tinggal Bapak detailkan,” ujar Azwar Anas dalam keterangannya, Senin (25/3/2024).
Lebih lanjut, Azwar Anas juga berpesan agar dilakukan penyederhanaan proses bisnis yang panjang dan berbelit. Pemangkasan tersebut dinilai akan berdampak terhadap pengurangan jumlah orang.
“Kedua bapak harus pangkas probisnya, dan pemangkasan itu pasti berdampak ke pengurangan orang,” tutur Azwar Anas.
Baca Juga
Bersabar, Kemenpan RB dan Kemenkeu Masih Rumuskan Komponen Tunjangan Pionir bagi ASN di IKN
Terkait digitalisasi, Azwar Anas menyampaikan bahwa pengembangan indeks SPBE Perpusnas masih harus menjadi perhatian. Menurutnya, digitalisasi harus dibarengi dengan pemangkasan proses bisnis, dan kedepan seluruh aplikasi akan diinteroperabilitaskan, dan tidak boleh satu inovasi satu aplikasi.
Tak hanya itu, Azwar Anas juga meminta agar jajaran Perpusnas melakukan manajemen kinerja dan pembagian kewenangan yang detail dan jelas. Ia pun berpesan agar dilakukan perampingan struktur organisasi, sistem merit, pengawasan, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sementara itu, Plt. Kepala Perpustakaan Nasional Aminudin Aziz menjelaskan terkait transformasi digital layanan perpustakaan yang telah dilakukan Perpusnas. Disampaikan bahwa saat ini ada dua inovasi yang sedang dijalankan oleh Perpusnas, yakni Pojok Baca Digital, dan Perpustakaan di Desa (tidak fisik).
“Jadi desa itu kami akan minta untuk menyediakan seperti ruang baca, untuk anak-anak yang ada di lingkungan desa,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, program Perpustakaan di Desa tersebut telah bekerja sama dan mendapat dukungan dari Kementerian Desa, “Tahun ini ada 10 ribu desa, bukunya nanti akan kami kirimkan satu desa mendapat 1000 judul buku, nah ini yang mendapat sambutan yang sangat baik supaya anak-anak kita tidak jauh ke perpustakaan,” pungkasnya.

