Menpora Tuntut Kemenpora Tingkatkan Reformasi Birokrasi
JAKARTA, Investortrust.id – Jajaran pejabat tinggi di Kementerian Pemuda dan Olahraga dituntut untuk meningkatkan reformasi birokrasi dan sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Permintaan ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, saat acara Pelantikan dan engambilan Sumpah Jabatan Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2023)
Disampaikan Dito, pejabat tinggi dan madya di Lingkungan Kemenpora harus mampu meningkatkan prestasi bidang pemuda dan olahraga, serta mempertahankan, meningkatkan reformasi birokrasi Kemenpora, hingga memperkuat koordinasi, sinkronisasi denan kementerian/lembaga terkait.
"Selain dari akselerasi pencapaian bidang pemuda dan olahraga, kita juga memiliki PR (Pekerjaan Rumah) yang cukup menantang untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas reformasi birokrasi Kemenpora baik yang bersifat general maupun tematik. Sehingga apa yang kita lakukan dapat berdampak kepada masyarakat," pesan Menpora Dito di laman resmi Kemenpora.
Dito juga berharap dalan bidang kepemudaan, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dapat terus meningkat. Di bidang olahraga yakni juga meningkatnya partisipasi masyarakat untuk berolahraga.
Sekedar informasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia meluncurkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2022 hari ini Jumat (8/9) di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda.
Saat peluncuran disampaikan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda RI naik dua poin , dari 53,33 di tahun 2021, menjadi 55,33 di tahun 2022, yang dinilai bisa menjadi modal untuk mengoptimalkan bonus demografi dengan pemuda unggul. .
Dalam dokumen IPP tersebut, domain pendidikan menyumbang angka tertinggi, yaitu 70, akan tetapi stagnan dalam tiga tahun terakhir. Sementara, domain kesehatan dan kesejahteraan terus mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir, tahun 2020 angkanya 55, 2021 sebesar 60, dan tahun 2022 sebesar 65.
"Target pembangunan pemuda dan olahraga secara nasional itu antara lain adalah peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda, peningkatan Desain Besar Kepemudaan Nasional, akselerasi, koordinasi, sinkronisasi, sinergitas pembangunan kepemudaan yang melibatkan kementerian/lembaga, daerah, stakeholder kepemudaan, swasta dan masyarakat," ujarnya.
"Di bidang olahraga selain prestasi olahraga di tingkat nasional kita juga memiliki target kinerja yaitu meningkatnya partisipasi masyarakat berolahraga yang tercantum dalam RPJMN tahun 2020-2024. Peningkatan kebugaran masyarakat terutama kebugaran peserta didik yang perlu terus ditingkatkan melalui koordinasi dan sinkronisasi dengan kementerian/lembaga terkait," tambahnya.
Dengan anggaran yang terbatas, Menpora juga mengharapkan program kegiatan yang ada di kementerian yang dipimpinnya dapat fokus pada program-program unggulan. Untuk itu, kerjasama dan kekompakan sangat diperlukan.
"Anggaran Kemenpora yang tentunya sangat terbatas tentunya harus dikelola efektif, efisien dan akuntabel. Diantaranya kita harus fokus pada program kegiatan prioritas dan unggulan untuk mencapai target Kemenpora maupun target nasional," tegas Menpora Dito.

