AHY Minta Gerakan Demokrat Turun ke Bawah Tak Disalahartikan: Pemilu Masih Lama
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa partainya bakal intens turun menyapa rakyat di tahun ini. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan manuver politik untuk Pemilu 2029.
"Tolong dilaporkan ke Pak Presiden selaku pembina koalisi, kalau Demokrat tahun ini agak sering turun ke bawah, tolong jangan salah artikan sebagai sebuah manuver politik. Karena pemilu masih lama sekali," kata AHY di hadapan Sekjen Partai Gerindra Sugiono dalam pidatonya di acara Buka Puasa Bersama Partai Demokrat bertajuk "Damai Bersatu, Maju Bersama" di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Mulanya, AHY mengatakan bahwa tahun ini Partai Demokrat berusia 25 tahun. Di momen tersebut, partainya juga berkomitmen mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita ingin fokus benar-benar mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. That's our objective. Tidak ada yang lain. Tapi bolehlah kalau kita punya ikhtiar agar Demokrat tidak paling ujung (di parlemen)," ujarnya.
Baca Juga
Di Perayaan Imlek 2026, AHY Tegaskan Partai Demokrat Rumah Besar Keberagaman
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menyebutkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun konsolidasi bagi Demokrat. Setelah menyelesaikan kongres pada tahun lalu, partai berlambang bintang mercy ini kini tengah fokus melakukan konsolidasi di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Menurut AHY, turun ke lapangan adalah upaya membangun kembali kepercayaan (trust) dan keyakinan (confidence) rakyat terhadap partai sekaligus terhadap program-program pemerintah yang dijalankan oleh para kader Demokrat, baik di eksekutif maupun legislatif.
"Tahun ini adalah tahun konsolidasi. Kita ingin kembali kokoh. DNA Partai Demokrat itu banyak kemiripan dengan Partai Gerindra, jadi saya rasa kita bisa bersinergi dan berkolaborasi," tuturnya.
Acara buka puasa tersebut turut dihadiri oleh jajaran menteri dari Partai Demokrat, duta besar negara-negara sahabat, serta tokoh politik nasional seperti Ketua DPR RI Puan Maharani. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga turut hadir dalam acara tersebut.

