PU Waspadai Ancaman Kayu Gelondongan di Aceh Tenggara, Pembangunan Sabo Dam Dipercepat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap masih terdapat kayu gelondongan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Aceh Tenggara yang berpotensi terbawa arus dan menghantam wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tamiang. Kondisi tersebut dinilai perlu penanganan melalui pembangunan check dam atau sabo dam.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, kayu-kayu tersebut dapat menimbulkan bencana lanjutan apabila hujan deras kembali terjadi. “Itu kan masih ada gelondongan kayu. Tinggal dipikirkan saja, nanti kalau ada hujan lagi bisa terbawa. Makanya harus dibuat sabo dam atau check dam,” kata Dody dalam media briefing kantornya, Jumat (16/1/2026).
Menurut Dody, penanganan kondisi tersebut membutuhkan langkah cepat dan saat ini masih berada pada tahap perancangan. Ia menjelaskan, apabila mengikuti prosedur normal, pembangunan akan memerlukan waktu karena harus melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
Baca Juga
Kementerian PU Bakal Bangun Sabo Dam Gunung Marapi Senilai Rp 225 Miliar
“Tapi karena ini darurat, saya lihat dengan mata kepala sendiri masih banyak kayu di Gayo Lues yang kalau hujan bisa turun sampai ke Aceh Tamiang. Karena itu desain check dam dan sabo dam kita percepat mulai hari ini,” jelas Dody.
Dody turut menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait rencana pembangunan check dam di kawasan TNGL.
“Karena ini kondisi darurat, check dam dan sabo dam harus segera kita bangun. Jadi ketika hujan lagi, kayu-kayu itu tertahan di check dam dan tidak sampai ke Aceh Tamiang,” ujar dia.
Ia menambahkan, pembangunan sabo dam bertujuan menahan kayu dan material sedimen agar tidak menghantam wilayah hilir. “Supaya tidak menghantam lagi Aceh Tamiang. Materialnya tertahan di sabo dam. Makanya kita rencanakan membangun hingga 30 sabo dam di Aceh,” tutur Dody.

