Cak Imin Yakin Survei yang Sebut Pilpres Satu Putaran Upaya Penggiringan Opini
JAKARTA, Investortrust - Bakal cawapres Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menanggapi hasil sejumlah survei yang menyebut adanya potensi Pilpres 2024 digelar satu putaran. Cak Imin meyakini hasil survei itu merupakan upaya penggiringan opini.
"Pasti, pastilah itu (upaya menggiring opini publik),” kata Cak Imin dikutip dari Antara.
Baca Juga
Sebut Ganjar-Mahfud Unggul, Sandiaga Tak Yakin Pilpres 2024 Satu Putaran
Menurut dia, berbagai survei tersebut bisa saja merupakan upaya penggiringan opini publik terkait pemenang Pilpres 2024 mendatang.
Sebelumnya, hasil survei Populi Center menunjukkan sebanyak 64,9 persen responden menginginkan pilpres digelar dalam satu putaran. Dalam survei yang digelar pada 29 Oktober sampai 5 November 2023 itu, elektabilitas Anies-Cak Imin hanya sebesar 22,3%. Sementara elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 43,1%, dan Ganjar-Mahfud dipilih 23% responden.
Lembaga Indo Barometer juga menyebut adanya potensi Pilpres 2024 digelar satu putaran. Hal itu berdasarkan tren elektabilitas Prabowo-Gibran yang terus meningkat.
Baca Juga
Hasil survei Indo Barometer yang dirilis hari ini menunjukkan Prabowo-Gibran menempati posisi teratas dengan angka 34,2%. Kemudian pasangan Ganjar-Mahfud MK mendapat 26,2 persen, dan Anies-Cak Imin meraih 18,3%.
Jika suara yang belum memutuskan, rahasia atau tidak menjawab didistribusikan secara proporsional atau normal, elektabilitas Prabowo-Gibran menjadi 43,5%, Ganjar-Mahfud 33,3%, dan Anies-Muhaimin 23,2%.
"Mencermati hasil survei kali ini tidak menutup kemungkinan Pilpres 2024 berlangsung dalam satu putaran," kata peneliti Indo Barometer, Christoper Nugroho.

