Sebut Ganjar-Mahfud Unggul, Sandiaga Tak Yakin Pilpres 2024 Satu Putaran
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Salahuddin Uno tak yakin Pilpres 2024 akan berlangsung satu putaran. Sandiaga menyatakan, berdasarkan survei internal PPP, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih unggul meski tipis.
“Data internal kami yang tidak pernah dipublikasikan menunjukkan bahwa persaingan ketat dan Ganjar-Mahfud unggul. Namun tentunya perlu kerja keras karena kita masih ada tiga bulan untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat,” kata Sandiaga dikutip dari Antara, Sabtu (11/11/2023).
Baca Juga
Sandiaga tidak membeberkan data dan angka raihan pasangan Ganjar-Mahfud berdasarkan survei internal PPP. Sandiaga hanya menyatakan, persaingan Pilpres 2024 akan berlangsung ketat.
“Per hari ini kita enggak tahu berapa, tetapi angka survei ini kita proyeksikan persaingan sangat ketat,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyebut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 berpotensi digelar satu putaran. Hal itu disampaikan Qodari dalam diskusi "Adu Gagasan Cari Dukungan" yang digelar di Pappete Cafe, Jakarta, Sabtu (11/11/2023).
"Kalau bicara survei, potensi itu ada," kata Qodari.
Baca Juga
Survei Capres Indo Barometer: Prabowo 35,8%, Ganjar 26%, Anies 18,5%
Qodari mengatakan Pilpres 2024 berpotensi digelar satu putaran karena melihat hasil survei belakangan ini. Dikatakan, elektabilitas bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengalami tren meningkat. Hasil survei Indo Barometer terakhir menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 34% selisih sekitar 8% dibanding pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Kalau bicara survei Indo Barometer pada akhir Oktober 2023, pasangan Prabowo-Gibran itu 34%, Ganjar-Mahfud 26%, dan Anies-Muhaimin sekitar 19%. 20% sisanya belum memutuskan," kata dia.
Qodari menyebut jika 20% pemilih yang belum memutuskan pilihan didistribusikan secara merata, Prabowo-Gibran mencatatkan angka 43%. Sementara itu pasangan Ganjar-Mahfud 33% dan pasangan Anies-Muhaimin sebesar 23%.
"Artinya Prabowo-Gibran butuh 8% lagi untuk tembus 50% suara," ujar dia.

