Survei Indikator: Prabowo-Gibran 46,9%, Terpaut 23,7% dari Anies-Cak Imin
JAKARTA, investortrust.id - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kokoh di puncak klasemen dengan meraih elektabilitas 46,9%. Elektabilitas Prabowo-Gibran terpaut hingga 23,7% dari pesaing terdekatnya capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dipilih oleh 23,2% responden. Sementara capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 22,2%.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei ini menunjukkan Prabowo-Gibran belum dapat memastikan menang Pilpres 2024 dalam satu putaran. Apalagi, survei sebulan terakhir menunjukkan elektabilitas capres-cawapres yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat serta lima partai nonparlemen itu mengalami stagnasi. Namun, Burhanuddin menegaskan, peluang Pilpres 2024 berlansung satu putaran masih tetap terbuka.
"Kalau kita lihat data tren sebenarnya elektabilitas Pak Prabowo sudah mengalami stagnasi 1,5 bulan terakhir artinya belum ada satu gebrakan yang membuat Pak Prabowo bisa menang satu putaran meskipun peluangnya ada. Saya tidak menutup kemungkinan itu ya, tetapi kalau kita lihat 1,5 bulan terakhir angkanya di angka 45 dan 46%," kata Burhanuddin dalam paparan hasil survei secara daring yang dikutip Minggu (7/1/2024).
Baca Juga
Survei LSI di Jatim: PDIP 22,5%, PKB 19,5%, dan Gerindra 16,9%
Survei ini digelar Indikator Politik pada 25 Desember hingga 27 Desember 2023 atau tiga hari setelah debat kedua Pilpres 2024 yang mempertemukan para cawapres yang digelar 22 Desember 2023.
Yang menarik kata Burhanuddin justru perebutan tempat kedua. Anies-Cak Imin yang semula berada di urutan ketiga menyalip Ganjar-Mahfud. Meski selisih angkanya masih berada di margin of error sebesar plus minus 2,9%, Anies-Cak Imin lebih unggul berdasarkan hasil survei kali ini.
"Ini menjadi krusial, satu yang bisa didiskusikan, kalau tidak terjadi satu putaran siapa yang menemani. Secara statistik kita bisa simpulkan siapa yang menemani Pak prabowo di putaran kedua. Yang pasti kalau terjadi putaran kedua Pak prabowo lolos cuma siapa yang menemani itu masih wallahualam. Jadi kita masih tunggu," katanya
Baca Juga
Survei LSI: Prabowo-Gibran Unggul Jauh dari Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin di Jatim
Secara tren, kata Burhanuddin, elektabilitas Prabowo-Gibran meningkat tajam setelah mendaftar ke KPU. Elektabilitas itu merupakan limpahan basis pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bukan kader PDIP. Namun, elektabilitas Prabowo-Gibran mengalami stagnan sebulan terakhir.
"Artinya perlu ada terobosan lain," kata Burhanuddin.
Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada periode 25 Desember hingga 27 Desember 2023 terhadap 1.223 responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error plus minus 2,9%.

