Lewat AYDA, Orbit Future Academy Cetak Talenta Digital di ASEAN
Jakarta, investortrust.id – Konektivitas digital antarnegara ASEAN diyakini akan semakin meningkat di masa mendatang. Hal itu membutuhkan banyak talenta digital. Namun, saat ini negara-negara ASEAN kekurangan sekitar 18 juta sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kecakapan di bidang digital.
Untuk itu, sejak tahun lalu telah diluncurkan inisiatif ASEAN Youth for Digital Action (AYDA). Inisiatif itu merupakan gerakan pemberdayaan digital yang ditujukan kepada kaum muda di ASEAN. Orbit Future Academy turut ambil bagian dalam AYDA membantu mencetak talenta digital di ASEAN.
Baca Juga
100.000 Pemuda ASEAN Jadi Target Pemberdayaan Digital Melalui AYDA
“Anda terus mendengar kata digital, dan Anda terus mendengar bahwa ASEAN kekurangan 18 juta talenta digital,” ungkap CEO Orbut Future Academy Nalin K Singh, saat AYDA Pioneer Batch Inauguration, di Jakarta, Senin (15/01/2024).
Kepada peserta AYDA yang berasal dari lintas negara di ASEAN, Nalin menyebutkan program tersebut dibentuk untuk mencetak talenta-talenta digital di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi kebutuhan pasar di masa mendatang.
Baca Juga
Dukung Merdeka Belajar, Orbit Future Academy Cetak SDM Berkualifikasi 4.0
"Kami menargetkan satu juta pemuda untuk ambil bagian dalam lima tahun ke depan," ujarnya.
Nalin menjelaskan, saat ini Orbit Future Academy berperan untuk menciptkan peluang bagi generasi muda ASEAN di bidang digital. “Itu sebabnya Anda melihat program ini dibentuk. (Berharap) akan lahir sebuah tim tertentu, dan tim ini didorong oleh pasar. Pasar menginginkan bakat,” terangnya.
Nalin juga mengingatkan, ke depan ketika konektivitas digital antarnegara semakin menguat, kompetisi tidak hanya terjadi terhadap sesama pemuda Asia Tenggara, melainkan juga dunia.
Untuk itu, dia menambahkan, kompetensi digital dapat menjadi bekal bagi generasi muda tidak hanya memenuhi standar kualifikasi kebutuhan kerja di masa mendatang, melainkan berkesempatan menjadi digital future leaders.
“Saya mencoba mencari tahu, aspek apa saja yang terkait dengan digital. Dan tugas kami dalam menciptakan peluang bagi generasi muda di Asia,” tutur Nalin.
Penguatan Kemampuan Digital
Sementara itu Chairperson AYDA Rani Buchmore menerangkan, dibentuknya program tersebut adalah untuk menyiapkan talenta-talenta digital ASEAN untuk masa depan.
“AYDA memiliki fokus untuk memperkuat kemampuan digital pemuda. AYDA memiliki prinsip inklusivitas, inovasi, dan pertumbuhan regional yang memperkuat pemimpin digital masa depan,” jelasnya.
Baca Juga
Dengan menggandeng Orbit Future Academy, menurut Rani, AYDA memiliki fokus terhadap lima program berbeda. Kelima program tersebut telah didesain untuk melahirkan pemimpin digital ASEAN di dalam beberapa tahun ke depan
Kelima program tersebut adalah ASEAN Digital Champion, ORBIT Job Readiness for ASEAN Youth, AWS Re/Start for ASEAN Youth, Skills & Network, dan AYDA Membership.
Baca Juga
Orbit Future Academy Beri Pelatihan AI di Lebih 500 Universitas
Rani juga menekankan, tantangan digital di masa mendatang akan semakin berat. Atas dasar hal tersebut, penting bagi AYDA untuk mengoptimalkan talenta digital yang dimiliki ASEAN saat ini.
“Saat ini di ASEAN, kaum muda mencakup sekitar sepertiga total populasi, dan diproyeksikan mencapai lebih dari 220 juta orang pada tahun 2038,” ungkapnya.

