Dukung Merdeka Belajar, Orbit Future Academy Cetak SDM Berkualifikasi 4.0
Jakarta, investortrust.id – Program Merdeka Belajar yang digagas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim membuka kesempatan kolaborasi dengan kalangan swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peluang kolaborasi tersebut antara lain diwujudkan dengan membuka kesempatan kalangan swasta terlibat dalam pemberian materi pendidikan untuk melengkapi materi dari kurikulum resmi, khususnya di bidang teknologi informasi. Hal ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berbasis industri 4.0.
Salah satu pihak swasta yang terlibat secara intenstif dalam program Merdeka Belajar adalah Orbit Future Academy (OFA). Perusahaan start-up di bidang jasa pendidikan yang diinisiasi salah satu techopreneur nasional Ilham Akbar Habibie (co-founder dan Presiden Komisaris, Sachin V Gopalan (co-founder dan Presiden Direktur), Nalin Kumar Singh (co-founder dan CEO), serta Wan Nor Zaleha Radzi (co-founder dan Komisaris) pada 2016 tersebut, memiliki visi untuk meningkatkan kualitas SDM melalui inovasi, pendidikan, dan pelatihan.
Pendirian OFA sebenarnya merupakan aktualisasi dari misi presiden ketiga, yakni almarhum BJ Habibie dan istrinya mendiang Hasri Ainun Habibie. Keduanya mendukung pengembangan pendidikan, inovasi, dan teknologi di Tanah Air.
Menurut Ilham Habibie, saat ini dunia menghadapi era teknologi modern, seperti machine learning (ML) dan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI). Perkembangan tersebut telah berdampak ke sektor pendidikan.
“Industri 4.0 telah secara cepat mengubah lanskap industri. Hampir semua industri telah terdampak oleh teknologi. Teknologi seperti AI, ML, dan cloud computing, telah menjadi teknologi fundamental di garda depan dalam arus perubahan saat ini,” ujar Ilham Habibie.
Dia menambahkan, “Tanpa pemahaman secara mendasar, para pencari kerja di masa depan akan kehilangan kesempatan menghadapi tantangan dunia kerja di masa mendatang. Hal ini sangat penting untuk menjadi bagian dari kurikulum di semua level pendidikan.”
Hal senada disampaikan Wan Nor Zaleha Radzi. “Pendidikan harus terkait dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Tentu menjadi kebahagiaan tersendiri, saat mengetahui apa yang kita lakukan memberi dampak terhadap generasi masa depan kita,” katanya.
Saat ini, OFA menjadi mitra dari sejumlah perusahaan teknologi terkemuka dunia, seperti Intel, Microsoft, dan AWS. Melalui kemitraan dengan kalangan industri teknologi global tersebut, OFA merancang kurikulum pelatihan yang sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia, untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa maupun mereka yang sudah bekerja agar sesuai dengan pasar dunia kerja di masa depan.
OFA menawarkan kursus bersertifikat industri di bidang yang saat ini tengah menjadi tren, di antaranya kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), wirausaha rintisan (startup entrepreneurship), serta literasi digital. Program pelatihan menjangkau segala usia, yakni dari 12 hingga 60 tahun. Adapun target pesertanya adalah mereka yang tengah mencari kerja, maupun pencipta lapangan kerja di masa mendatang.
Dengan segala program pelatihan yang ditawarkan, OFA telah menjadi mitra pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek.
OFA telah memiliki program Sekolah 4.0 dan Madrasah 4.0. Program ini ditujukan untuk memberi pelatihan keterampilan masa depan bagi guru dan murid sekolah dasar.
“Program Sekolah 4.0 diberikan secara gratis. Sekolah yang berpartisipasi di program ini tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh modul dan materi pembelajaran berstandar internasional dari para mitra Orbit, dan diberikan oleh para mentor-mentror Orbit,” ungkap Nalin K Singh.
Untuk menjalankan Program Sekolah 4.0 di seluruh Indonesia, OFA berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan, BUMN, perusahaan startup, dan yayasan yang memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) di bidang pendidikan.

