Orbit Future Academy, BNI, dan Kemendikbudristek Jalin Kerja Sama Sertifikasi 1.000 Guru
JAKARTA, investortrust.id - Orbit Future Academy bersama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan sertifikasi kepada 1.000 guru dari lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Riau, Pekanbaru, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Presiden Komisaris Orbit Future Academy, Ilham Akbar Habibie mengungkapkan, program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (skill) para pengajar terkait teknologi di era digitalisasi yang semakin masif saat ini.
“Fokus Orbit Future Academy adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengajar, terutama pada tema-tema yang sangat kita butuhkan, seperti yang berhubungan dengan AI (artificial intelligence), computing, dan data science yang disampaikan secara online,” ujar Ilham Habibie saat memberikan opening speech dalam acara kick off Program BNI Berbagi Sertifikasi Guru Merdeka,di Jakarta, Rabu (2/7/2024).
Menurut Ilham Habibie, program pengembangan skill bagi para guru tersebut dilakukan secara online. Metode ini diharapkan mampu membantu para pengajar memantapkan cara-cara dan evaluasi terhadap murid-muridnya yang sulit diberikan dengan cara konvensional dan tradisional.
Baca Juga
Orbit dan Usahid Jalin Kerja Sama untuk Wujudkan Lulusan Siap Kerja
”Kami berharap jumlah sertifikasi guru ini terus meningkat. Target 1.000 guru, saya rasa, itu masih terlalu sedikit. Kita perlu ratusan ribu, bahkan hampir sejuta guru yang diberdayakan dengan adanya pengetahuan yang memadai, khususnya di bidang digital dan lainnya,” papar dia.
Melaluikerja sama ini, Ilham Habibie mengaku senang bisa menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di Indonesia. “Saya senang sekali bisa menjadi bagian dari ekosistem Dikbud,” tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan salah satu fokus program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) BNI Berbagi pada dunia pendidikan.
“Ini adalah langkah awal kami bermitra. Harapannya, kerja sama ini memberikan hasil yang bagus dan berlanjut ke program-program selanjutnya,” ujar dia.
Okki menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan guru untuk melakukan pengajaran yang lebih efektif, khususnya dalam penggunaan teknologi dan kurikulum merdeka.
Selain sertifikat pelatihan bertaraf nasional, menurut dia, para guru akan diberikan sertifikat pelatihan internasional dari Microsoft.
“Jadi, di sini nanti teman-teman pengajar tidak hanya mendapat sertifikat nasional, tapi juga mendapat sertifikat internasional untuk keahlian tersebut, yaitu Microsoft Certified Educator,” ucap dia.
Baca Juga
Berminat Belajar AI? Yuk Gabung Orbit Future Academy melalui Program Kampus Merdeka
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Purwosusilo mengapresiasi program ini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan metode pembelajaran yang mudah dan terus diperbarui sehingga anak didik menjadi senang.
“Dengan demikian, pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah. Penggunaan teknologi juga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif sesuai kebutuhan peserta didik pada masa kini dan mendatang,” tandas Purwosusilo.
Pendidikan Jadi Fondasi
Ilham Habibie mengungkapkan, pendidikan merupakan fondasi penting bagi suatu negara untuk mencapai sebuah kesejahteraan. “Pendidikan adalah fondasi yang harus kita bangun jika kita memang serius ingin menjadi negara maju dan berdaulat sebagaimana ditargetkan pemerintah dalam program Indonesia Emas 2045. Jadi, fondasi yang paling kuat adalah pendidikan,” tegas Ilham.
Setali tiga uang, Okki Rushartomo mengamini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kesuksesan sebuah bangsa. Program sertifikasi guru merupakan bentuk dukungan nyata BNI untuk meningkatkan kompetensi guru.
”Harapannya, dengan meningkatkan kompetensi guru, nanti murid-muridnya akan semakin berkualitas. Itu menjadi pondasi bagi kesejahteraan bangsa,” ujar dia.

