Mensos: Pembelajaran di 100 Sekolah Rakyat Dimulai Senin Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat akan dimulai pada Senin, 14 Juli 2025 atau tepat pekan depan. Ia mengatakan pada tahap pertama ini, akan ada sebanyak 100 titik sekolah rakyat yang siap beroperasi di bulan Juli.
Adapun sampai dengan hari ini, ia menyebut sebanyak 63 sekolah akan memulai operasional pembelajaran pada tanggal 14 Juli 2025. Sedangkan 37 sekolah sisanya, akan siap beroperasi pada akhir Juli 2025.
"Pembelajaran akan kita mulai dengan cek kesehatan bersama, baik untuk siswa maupun untuk guru dan tenaga kependidikannya. Setelah itu mereka melakukan masa orientasi bersama-sama dalam mungkin satu sampai tiga bulan sesuai dengan kebutuhannya," kata Saifullah kepada awak media ditemui usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Menurut Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, 100 titik sekolah sekolah rakyat tahap pertama tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ia memastikan pembangunan sekolah rakyat ini akan dilanjutkan pada tahap-tahap selanjutnya.
Terdekat, ia menyebut ada 100 titik sekolah rakyat lain yang bakal dikebut oleh pemerintah untuk tahap kedua.
"Target kita memang ada 200 titik. Ada 100 titik lagi potensi yang bisa kita gunakan untuk sekolah rintisan ya, sekolah rakyat rintisan tahun ajaran 2025-2026," jelasnya.
Baca Juga
Menteri PU: Sekolah Rakyat Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026
Gus Ipul mengatakan tahap pertama sekolah rakyat dari 100 titik yang akan mulai beroperasi, terdapat 9.700 peserta didik terdaftar. Kemudian untuk tahap kedua, 100 titik tambahan, ia menyebut sudah memiliki potensi sebanyak 10.000 siswa.
Kemudian ia menambahkan, sebanyak 40-50% titik sekolah rakyat tahap pertama terdapat di wilayah pulau Jawa. Namun ia memastikan sekolah rakyat untuk tahap pertama juga terdapat di wilayah seperti Aceh, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.
Pria yang juga menjabat sekretaris jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengungkap, Presiden Prabowo Subianto belum dijadwalkan meresmikan sekolah rakyat pada 14 Juli 2025 pekan depan. Ia berujar hal itu lantaran sekolah rakyat baru memasuki proses pembelajaran awal sembari pemerintah akan melakukan evaluasi setiap harinya.
"Karena sekolah rakyat ini pertama kali ya kita selenggarakan gurunya perlu orientasi, murid-muridnya juga perlu orientasi. Maka tanggal 14 nanti mungkin di 67 titik kita mulai masa orientasi, sambil kita evaluasi kira-kira apa yang dibutuhkan, apa yang kurang," ungkapnya.
Namun ia memastikan apabila waktunya dirasa sudah tepat, Presiden Prabowo Subianto nantinya bakal meresmikan secara simbolis program sekolah rakyat.
"Nanti setelah semuanya siap, Insya Allah pada saatnya kita akan minta waktu Presiden untuk meluncurkan secara resmi Rintisan Sekolah Rakyat tahun 2025-2026," tuturnya.
Baca Juga
Kemenkomdigi Pastikan Internet Tersambung di Semua Titik Sekolah Rakyat
Kesiapan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas sementara sekolah rakyat tahap 1A, 1B, dan 1C secara nasional pada akhir Juli 2025. Progres pembangunan tahap 1A telah mencapai rata-rata 98% dari 63 lokasi dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun ajaran baru 2025/2026.
“Kalau yang tahap 1A, 1B, dan 1C secara nasional itu (selesai) semua Juli. Namun, (tahap) 1A itu selesai pertengahan Juli,” kata Menteri PU Dody Hanggodo kepada wartawan saat meninjau fasilitas Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/7/2025).
Menurut Dody, tahap 1 ini akan diprioritaskan pada lokasi yang sarana dan prasarananya sudah siap. Untuk itu, sisa lokasi tahap 1A yang belum selesai akan dialihkan ke tahap 1B, dengan harapan seluruh pekerjaan kedua tahap rampung sebelum Agustus 2025.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 200 lokasi guna menampung setidaknya 20.000 murid. Kapasitas setiap lokasi bervariasi, mulai dua hingga sembilan ruang kelas dan mencakup jenjang berbeda, seperti SD, SMP maupun SMA.
Untuk pembangunan satu sekolah, diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. Namun, jika hanya renovasi satu sekolah, biayanya kurang dari separuh dari jumlah itu. "Tahap 1 itu 200 lokasi ya, ini kita perkirakan sekitar Rp 1,1 - Rp 1,2 triliun karena hanya renovasi ringan dan sedang, bukan pekerjaan berat," tandas Menteri PU.

