Kemenhub Ungkap Bus ALS Terbalik di Padang Panjang Tak Miliki Izin Operasi, 12 Tewas
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbalik dalam kecelakaan tragis dan mengakibatkan 12 orang meninggal, tidak memiliki izin operasi. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Padang Panjang, tepatnya di depan Terminal Bukit Surungan, Sumatera Barat, Selasa (6/5/2025).
"Telah diperiksa pada aplikasi Mitra Darat, ditemukan bus ALS tersebut tidak memiliki izin operasi, sementara masa uji berkala berlaku hingga 14 Mei 2025," kata Plt Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (6/5/2025).
Baca Juga
VKTR Sukses Raih Tender 80 Bus Listrik Transjakarta, Ternyata gara-gara Ini
Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan setempat, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Koordinasi juga dilakukan untuk melakukan evakuasi para korban dalam kendaraan tersebut.
"Pada peristiwa ini didapatkan 12 penumpang meninggal dunia dan sebanyak 25 orang lainnya mengalami luka-luka. Saat ini petugas gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban," jelas Yani.
Dia menyampaikan, bus dengan nomor polisi B 7512 FGA tersebut datang dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Sesampainya di dekat simpang Terminal Bukit Surungan, bus mengalami kecelakaan dengan posisi akhir terguling miring ke sebelah kiri.
Baca Juga
Kecelakaan Lalu Lintas Turun 31,37% di Masa Angkutan Lebaran 2025
"Diimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone," tutur Yani.
Bus ALS terbalik dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Lintas Padang Panjang, tepatnya di depan Terminal Bukit Surungan, Selasa (6/5/2025). Bus yang melayani rute Medan-Bekasi via Padang tersebut mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun, dan langsung terguling.
Menurut Kanit Patroli Satlantas Polres Padang Panjang Aiptu Indra, bus nahas tersebut membawa lebih dari 30 penumpang. “Penyebab kecelakaan diduga kuat akibat rem blong saat bus melintasi turunan di kawasan Bukit Surungan,” terang dia.

