Ada 6 Isu yang Bakal Disuarakan Buruh dalam “May Day” 2025, Apa Saja?
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan, ada 6 isu yang akan disuarakan kaum buruh pada Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025.
Isu pertama yaitu mengenai penghapusan sistem alih daya (outsourcing). "Kami berharap Bapak Presiden Prabowo bisa memberikan hadiah, yaitu hapus outsourcing," kata Said dalam konferensi pers, Kamis (24/4/2025).
Isu kedua, menurut Said Iqbal, adalah pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK). KSPI telah mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Satgas PHK. "Kalau satgas PHK, memang beliau (Presiden Prabowo) sudah setuju," ucap dia.
Baca Juga
Presiden Prabowo Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025
Kemudian isu ketiga yang akan disampaikan buruh pada May Day 2025, kata Said, yaitu mengenai upah yang layak. Langkah pemerintah menetapkan upah minimum 2025 disambut baik kaum buruh.
"Karena 10 tahun pemerintahan sebelum ini nggak naik upah. Kalau kenaikan upah dalam dua tahun terakhir di bawah inflasi, tapi pada 2025 ini, begitu Pak Prabowo menjadi Presiden, langsung dinaikkan 6,5%. Kami berterima kasih," papar dia.
Isu keempat yaitu mengenai perlindungan buruh. Kelompok buruh mendesak agar pemerintah mengeluarkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang baru. "UU Ketenagakerjaan yang baru kami harap tidak mengembalikan Omnibus Law Cipta Kerja yang merugikan buruh," tegas dia.
Adapun isu kelima, buruh mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Kehadiran UU PPRT diharapkan memberikan jaminan perlindungan kepada pekerja rumah tangga.
"Jangan titik poinnya di sanksi, bukan sanksi. Mari kita bicarakan perlindungannya bagaimana, jam kerjanya bagaimana, upahnya bagaimana," ungkapnya.
Terakhir, kaum buruh menyuarakan pemberantasan korupsi. Mereka mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Baca Juga
Pemerintah Buatkan 20.000 Rumah Subsidi ke Buruh, 100 Unit Diserahkan 1 Mei 2025
"Koruptor kalau hanya dihukum, nggak kapok. Bahkan ketawa-tawa, kasus Harvey Moeis, kan itu menjelaskan pengadilan yang failure, yang menyimpang, itu bikin koruptor ketawa-tawa,” tutur dia.
Karena itu, menurut Said Iqbal, koruptor harus dimiskinkan. “Cara memiskinkannya apa? Satu, pembuktian terbalik. Dua, hartanya dirampas oleh negara," tandas Presiden Partai Buruh tersebut.
Said menambahkan, peringatan Hari Buruh akan digelar pada 1 Mei 2025 di Lapangan Monas. Sebanyak 200 ribu buruh diprediksi bakal hadir dalam aksi peringatan tersebut. Peringatan Hari Buruh juga dikabarkan bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto. (C-14)

