Senator Beri Catatan Ini Agar Pemda Optimal Kelola Sumber Daya Mineral
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Mirah Midadan Fahmid memberikan catatan strategis agar pemerintah daerah (pemda) dapat optimal dalam mengelola sumber daya mineral. Ia menyebut sorotan utamanya adalah perihal meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk pemda.
Mirah mengatakan jajaran pemda mesti memiliki pemahaman dan kapasitas yang baik dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral. Namun ia memahami saat ini terdapat persoalan di mana mayoritas aparatur sipil negara (ASN) yang direkrut pemda tidak dibekali dengan dasar-dasar pemahaman mengenai pengelolaan mineral kritis.
"Bagaimana untuk meningkatkan kualitasnya? Tentu yang pertama adalah ini menjadi tanggung jawab dari Kemendagri, yang menaungi pemerintah-pemerintah di daerah," katanya kepada Investortrust usai menghadiri seminar nasional yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Mercure Hotel Sabang, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Upaya lain untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas ASN antara lain melalui orientasi visi prioritas kepala daerah. Senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mencontohkan, bagaimana gubernur terpilih dari daerah pemilihan (dapil) yang ia tempati menjadikan pengelolaan mineral sebagai prioritas kerja.
Baca Juga
Ketika Aset Sumber Daya Alam yang Dikuasai Asing Kembali ke Pangkuan Bumi Pertiwi
"Kebetulan memang dapil saya itu punya ada emas sama ada tembaga di sana. Jadi memang upaya hilirisasi dari sektor tambang yang ada di NTB sudah mengarah ke sana, dari visi-misi gubernur terpilih, kepala daerah yang terpilih saya rasa itu semuanya sudah mengarah ke sana," ungkapnya.
Ekonom Indef ini kemudian juga menyorot soal pro kontra yang biasanya terjadi terhadap industri sektor pengelolaan mineral. Ia meyakini sektor mineral memiliki keuntungan tersendiri bagi pemda, meski di saat yang sama dihadapkan dengan ancaman terhadap dampak lingkungan dan sosial.
"Sekarang bagaimana cara kita dari Pemda-nya sendiri itu meminimalisir kontra-kontranya dulu, dampak eksternalitas negatifnya dulu dikurangin. Bagaimana agar masyarakat di level sosial itu tidak mengamuk, dalam artian mereka dilibatkan, mereka harus terlibat," ujarnya.
Alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) itu melanjutkan, dalam hal ini pemda tidak hanya harus menjamin warga lokal dapat terserap menjadi tenaga kerja melainkan juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kapabilitas. Untuk mewujudkan hal demikian, ia mendorong agar pemerintah menyiapkan SDM untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan oleh industri sektor pengelolaan mineral.
"Bagaimana caranya? Ya disekolahin. Kalau yang saya tahu di Dompu itu salah satu perusahaan yang akan melakukan eksplorasi emas di sana, CSR-nya dengan memberikan beasiswa. Kenapa? Karena kita percaya kualitas SDM itu salah satunya berasal dari pendidikan (yang baik)," papar dia.
