Forum Pemred Kampanyekan "Lawan Misinformasi dan Disinformasi"
JAKARTA, investortrust.id – Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) mengampanyekan aksi "Lawan Misinformasi dan Disinformasi" dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak. Setelah diluncurkan pada Hari Pers Nasional, 9 Februari 2025, Forum Pemred terus menggaungkan gerakan tersebut, antara lain melalui Gathering Forum Pemred & Friends (FPF).
“Kami ingin mengajak lebih banyak dari masyarakat luas untuk mengonsumsi informasi dari sumber-sumber yang kredibel, taat etik, dari berbagai institusi yang menerapkan proses jurnalistik secara profesional. Ini untuk meminimalisasi hoax dan kesalahpahaman,” tutur Ketua Forum Pemred Retno Pinasti pada Gathering FPF di Briliant Stadium Jakarta, Sabtu (15/02/2025).
Baca Juga
Menyikapi Kebijakan Trump lewat Washington Consensus Terbaru
Retno pun mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Forum Humas BUMN untuk menyelenggarakan acara olahraga pagi tadi. Momen ini dimanfaatkan untuk meningkatkan keakraban dan kebersamaan antara pemimpin redaksi dan pemangku kepentingan, seperti humas BUMN.
“Itulah sebabnya mengapa dalam kolaborasi ini, kami gaungkan lagi gerakan ‘Lawan Misinformasi dan Disinformasi’ karena kedua forum merupakan elemen publik yang penting,” sebut dia.
Forum Pemred dan Forum Humas BUMN mengusung tema "Melawan Disinformasi dan Misinformasi" pada Acara Gathering ”Forum Pemred and Friends (FPF)” di Briliant Stadium Jakarta, Sabtu, (15/2/2025). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
Informasi yang Valid
Ketua Forum Humas BUMN Agustya Hendy Bernadi mengatakan, Gathering FPF diselenggarakan secara informal, karena memprioritaskan silaturahmi untuk mendekatkan kedua organisasi agar lebih saling mengenal. Pasalnya, BUMN selalu melakukan regenerasi, termasuk pada divisi komunikasinya.
“Dengan komunikasi yang sangat baik, nanti kolaborasi akan lebih kuat. Kami dari BUMN tentunya memiliki pesan yang harus disiarkan atau dipublikasikan, dan Forum Pemred jadi salah satu medium yang tepat untuk mewakili seluruh media massa, baik cetak, elektronik, maupun daring,” ujar Hendy dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga
Dia juga mendukung gerakan "Lawan Misinformasi dan Disinformasi", karena publik berhak tahu informasi-informasi yang valid. Acara seperti FPF berfungsi merapatkan barisan pihak-pihak yang berperan penting dalam menyampaikan informasi ke masyarakat tersebut.
“Ini akan mengurangi kemungkinan deviasi ataupun sekat-sekat informasi yang sebenarnya ada perantara atau pihak ketiga, atau informasi yang memang tidak benar. Jadi, kami membuka forum ini untuk bisa berkolaborasi, saling konfirmasi maupun disemanasi informasi yang benar, langsung dari sumbernya,” papar Hendy.
Dengan dinamika dan adanya keberadaan banyak informasi dengan sumber tidak terpercaya, Forum Humas BUMN mengaku mengutamakan keterbukaan untuk memberi kabar yang benar. Apalagi, forum ini punya misi untuk menjaga komunikasi yang positif bagi BUMN di publik.

