Sempat Tolak Ide Jokowi, Bambang Brodjonegoro Buka-bukaan soal Pembangunan IKN
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Prof. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, dirinya sempat menolak ide Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Tengah.
Setelah melakukan diskusi dan kajian, pada akhirnya diputuskan Ibu Kota Nusantara (IKN) dibangun di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang kemudian diperluas mencakup sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Ide pemindahan ibu kota itu awalnya sudah disampaikan Pak Jokowi ke pendahulu saya, yaitu Pak Andrinof. Waktu itu pembahasannya adalah bagaimana kalau memindahkan ibu kota ke Kalimantan Tengah. Jadi persis seperti yang dulu dipikirkan Bung Karno," beber Bambang Brodjonegoro dalam acara diskusi IKN di Menteng, Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Disebutkan oleh Bambang Brodjonegoro, salah satu alasan pemerintah memindahkan ibu kota adalah untuk mengurangi disparitas yang sangat besar antara Jawa dengan luar Jawa, utamanya untuk daerah Jabodetabek dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.
Bambang Brodjonegoro menyebut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta kalau ditambah dengan seluruh kabupaten/kota di sekitarnya, yakni Jabodetabek, totalnya diperkirakan mencapai seperempat dari PDB Indonesia. Maka dari itu, kesenjangan ini harus dipangkas.
"Jadi seperempat aktivitas ekonomi Indonesia itu numpuk di Jakarta. Karena Jakarta adalah pusat segalanya. Kalau kita lihat seluruh sektor yang ada di kategori sektor ekonomi di Badan Pusat Statistik (BPS), mungkin hanya pariwisata yang besarnya bukan di Jakarta. Tepatnya di Bali," papar Bambang Brodjonegoro.
Maka dari itu Bambang menyebut, tidak heran jika 25% ekonomi Indonesia ada di Jabodetabek, dan 58% PDB Indonesia ada di Pulau Jawa. Inilah yang kemudian menjadi alasan pemerintah membangun pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. Sebab Pulau Jawa sudah sangat jauh meninggalkan pulau-pulau lainnya.
Baca Juga
Lebih lanjut Bambang Brodjonegoro mengungkap alasan dipilihnya Kalimantan sebagai ibu kota baru dikarenakan beberapa pertimbangan. Pertama adalah dari segi risiko bencana, yang mana Kalimantan paling kecil, terutama kalau dikaitkan dengan gempa bumi, tsunami, maupun erupsi vulkanik.
"Kemudian yang kedua, posisi Kalimantan, terutama yanh menjadi lokasi IKN, itu ada di Indonesia Tengah. Indonesia itu kan lebar dari Barat sampai Timur. Jakarta jelas ada di wilayah Indonesia Barat. Jadi kita ingin di satu sisi membuat NKRI ini menjadi lebih compact, di mana ibu kotanya ada di tengah dan kita harapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan yang baru di luar Jawa," pungkas Bambang Brodjonegoro. (CR-8)

