Bambang Brodjonegoro Sebut Indonesia Harus Cari Sumber Pertumbuhan Baru
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menilai Indonesia harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Pasalnya, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada konsumsi masyarakat.
Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bambang memaparkan Indonesia tumbuh 5,05% di triwulan II 2024. Ia menyebut, ini terjadi karena sangat didukung oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat, yang sebenarnya tidak setinggi sebelumnya.
“Karena pertumbuhan konsumsi masyarakat kalau kita lihat di sekitar 4,8-4,9% Itu sebenarnya sudah agak melemah dibandingkan sebelumnya yang biasanya bisa 5% atau lebih,” kata Bambang dalam acara Konvergensi Investortrust, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Maka dari itu, Bambang memandang Indonesia perlu mencari sumber pertumbuhan baru untuk bisa mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Menurutnya, selain konsumsi masyarakat yang sekarang ini menjadi andalan, sebenarnya yang bisa diharapkan untuk bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat lagi adalah investasi.
“Kalau investasi bisa kita dorong tumbuh cepat, maka ini pertumbuhan ekonominya istilahnya, kalau investasinya tumbuh 5% bukan berarti ekonominya hanya tumbuh 5%, tapi bisa lebih. Karena dampak multiplier terutama dari investasi itu sendiri,” ungkap Bambang.
Kendati demikian, Bambang tidak memungkiri bahwa hal ini juga mempunyai hambatan, karena pertumbuhan investasi Indonesia belum seperti yang diharapkan. Hal itulah yang kemudian membuat pertumbuhan ekonomu Indonesia masih sangat tergantung pada konsumsi.
Dikatakan oleh Bambang, untu bisa mempercepat pertumbuhan investasi ini maka pemerintah harus dapat mengundang investor, baik dari luar maupun dalam negeri untuk mau menanamkan investasinya di Indonesia.
Baca Juga
Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,1-5,2% di Tahun 2024
“Masalahnya sekarang, ketika kita bicara mengundang investor asing masuk, maka pertanyaan basic yang akan disampaikan oleh calon investor tersebut adalah pertama, di sektor apa? Kemudian kedua, apa kemudahan, insentif, atau dukungan yang diberikan misalnya oleh pemerintah?” sebutnya.
Bambang tidak memungkiri bahwa insentif dari pemerintah menjadi isu yang banyak terjadi di kalangan investor sebelum memutuskan menaruh investasi. Namun begitu, menurutnya pentong juga disoroti sektor apa yang mau didorong untuk investasi.
“Karena terus terang kalau investasinya ini kebanyakan hanya di sektor yang sifatnya eksplorasi atau eksploitasi dari sumber daya alam, meskipun tentunya ada dampak positif yang dinikmati oleh ekonomi itu dalam jangka waktu pendek sampai menengah, tapi dalam jangka panjang barangkali kurang bagus. Tidak sustain,” ungkap Bambang.

