PU Bangun 13 Km Jalan Tol di 2025, Bagaimana Nasib Tol Gilimanuk-Mengwi?
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, pembangunan jalan tol di tahun 2025 hanya bisa digarap sepanjang 13 kilometer (km). Hal itu merupakan imbas penghematan anggaran Kementerian PU hingga mencapai Rp 29,57 triliun. Lantas bagaimana kelanjutan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi?
Wakil Menteri (Wamen) PU, Diana Kusumastuti menerangkan, proyek tol tersebut tetap dilanjutkan karena telah masuk dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024 tentang Perubahan Keenam atas Permenko Perekonomian Nomor 7/2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga
Kementerian PU Bakal Panggil BUJT untuk Sesuaikan Tarif Tol pada Kuartal I
Dia menyebutkan, proyek Tol Gilimanuk – Mengwi akan dilelangkan ulang untuk menyesuaikan dana konstruksi mengingat terbatasnya anggaran Kementerian PU.
“Kedua ruas tol tersebut akan dilelangkan ulang karena pengakhiran perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) sebelumnya. Saat ini dalam tahap review penahapan pengusahaan untuk meningkatkan minat investor untuk berpartisipasi. Berarti harus ada dikaji lagi, dianalisis lagi untuk pembangunan tol tersebut,” ucap Diana saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2025).
Seperti diketahui, pagu anggaran Kementerian PU tahun 2025 terpangkas sebanyak Rp 81,38 triliun dari semula Rp 110,95 triliun. Pemangkasan ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Namun demikian, Diana tidak dapat memastikan kapan groundbreaking proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sepanjang 96,84 km tersebut.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian PU telah mengungkapkan sederet proyek jalan tol baru yang akan dilelang pada tahun 2025.
Eks Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Triono Junoasmono memaparkan, ada dua proyek tol baru selain Tol Gedebage – Tasikmalaya – Ciamis (Getaci) dan Gilimanuk – Mengwi.
“Ada beberapa yang lagi kita kaji studi kelayakannya. Nanti kalau sudah selesai, sudah siap tahun depan. Ya, pertengahan (2025),” kata Yongki, sapaan akrab Triono, di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024) lalu.
Adapun perkiraan investasi di Tol Gilimanuk – Mengwi sebesar Rp 25,404 triliun dengan dukungan konstruksi pada Seksi Soka – Mengwi.
Baca Juga
Soal Kelanjutan Proyek Tol Nirsentuh MLFF, Wamen PU Beri Kabar Terbaru
Pelelangan Tol di Era Prabowo-Gibran
Sebelumnya, Yongki membeberkan sejumlah tol yang bakal dilelang di masa pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
“Sebentar lagi pemerintahan yang baru, (Tol) Sentul Selatan - Karawang Barat juga akan kita lelangkan dalam waktu dekat. (Tol) Bogor-Serpong via Parung sudah lelang, tinggal penetapan pemenang. Lalu, Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat itu sudah proses lelang akhir sebentar lagi akan penetapan pemenang. Itu dalam waktu dekat,” kata Yongki kepada wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2024) lalu.
Yongki juga menyampaikan, proyek dua tol baru itu memiliki total biaya investasi sekitar Rp 42,2 triliun.
“Kalau Bogor-Sepong itu sekitar Rp 8,9 triliun untuk 31,12 km. Kalau yang Sentul Selatan - Karawang Barat sekitar 60,36 km ini Rp 33,3 triliun,” terang dia.

