Hari Ini, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi di DPR, Kedubes Malaysia, dan Kementerian ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Puluhan ribu buruh menggelar aksi di tiga lokasi bertepatan dengan HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini, Kamis (6/2/2025). Ketiga lokasi yang bakal disatroni kaum buruh hari ini, yakni gedung DPR, gedung Kedubes Malaysia, dan gedung Kementerian ESDM.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyatakan, aksi buruh hari ini dimulai di depan gedung DPR sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, buruh bergerak ke Kedubes Malaysia, dan terakhir Kementerian ESDM. Terdapat 12 tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi di depan gedung DPR. Beberapa di antaranya, penghapusan outsourcing serta menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan menolak asuransi swasta tambahan.
Buruh juga menuntut segera disahkannya UU Ketenagakerjaan yang baru sesuai perintah Mahkamah Konstitusi (MK) dan yang melindungi hak buruh, tegakkan aturan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT), dan tolak usia pensiun 59 tahun, serta stop impor.
Baca Juga
Buntut Penembakan PMI, Buruh Gelar Aksi Tuntut Keadilan di Kedubes Malaysia Hari Ini
"Pecat jajaran menteri yang membiarkan terjadinya pagar laut dan bentuk pansus DPR tentang pagar laut," kata Said Iqbal, Kamis (6/2/2025).
Buruh juga bakal menyuarakan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakan prorakyat. Tak hanya itu, buruh juga menuntut polisi Malaysia yang menembak pekerja migran Indonesia untuk diadili dan dipenjarakan. Tuntutan lainnya, mengenai LPG 3 kg harus tersedia untuk rakyat.
Baca Juga
Dukung Prabowo, 5.000 Buruh se-Jabodetabek Akan Sampaikan 10 Tuntutan ke DPR
Sementara di Kedubes Malaysia, buruh akan menyuarakan mengenai kasus penembakan pekerja migran Indonesia yang ditembak di Malaysia. Seusai dari Kedubes Malaysia, puluhan ribu buruh bergerak ke Kementerian ESDM untuk menyampaikan tuntutan mengenai LPG 3 kg.
"Pemerintah harus mengembalikan sistem penjualan LPG 3 kg ke tingkat eceran/warung seperti kondisi sebelumnya," tegas Presiden KSPI itu.

