Survei: 51,3% Masyarakat Ingin Ada Oposisi yang Kuat di DPR
JAKARTA, Investortrust.id -- Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam survei terbaru menyatakan sebanyak 51,3% masyarakat menginginkan adanya oposisi yang kuat di DPR. Sedangkan 41,3% lainnya menyatakan agar sebaiknya semua partai bergabung dengan pemerintah demi persatuan nasional.
"Meskipun yang sepakat sebaiknya semua (partai) gabung ke pemerintahan cukup banyak, tetapi kalau kita perhatikan di sini masih 51,3% masyarakat menyatakan perlu oposisi yang kuat di DPR," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Survei LSI: Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Diketahui Masyarakat Berpenghasilan Tinggi
Djayadi mengungkapkan, berdasarkan demografi, diketahui laki-laki lebih banyak yang menyatakan perlu oposisi yang kuat di DPR (55,8%) ketimbang perempuan (46,7%). Dari segi etnis, hampir seluruh etnis menyatakan perlu ada oposisi yang kuat di parlemen. Sedangkan etnis yang paling banyak menyatakan sebaiknya seluruh partai bergabung pemerintah hanya di kalangan masyarakat minang dengan angka 51,8%.
"Secara umum masyarakat di berbagai lapisan itu menyatakan perlu oposisi yang kuat," ucapnya.
Kemudian dari segi pendidikan, survei LSI menemukan semakin tinggi pendidikan masyarakat, maka menginginkan oposisi yang kuat. Selain itu, semakin tinggi pendapatan masyarakat juga semakin menginginkan oposisi yang kuat di DPR.
"Masyarakat perkotaan menginginkan lebih banyak oposisi yang kuat di DPR dibandingkan dengan masyarakat pedesaan," ujarnya.
Djayadi mengungkapkan sikap masyarakat yang menginginkan oposisi yang kuat itu merata di seluruh lapisan masyarakat dari seluruh demografi. Menurutnya survei tersebut menunjukan hal yang positif.
"Kita akan sulit membayangkan demokrasi berjalan dengan baik kalau sama sekali 100% partai ikut pemerintahan di DPR," katanya.
Baca Juga
Survei dilakukan 20-28 Januari 2025. Survei diikuti oleh sebanyak 1.220 responden yang dipilih secara acak atau multistage random sampling. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (C-14)
