Bos PII Titip Pesan Ini bagi Penerus Bangsa
Reporter | Rizqi Putra Satria
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII M Wahid Sutopo menitipkan pesan bagi generasi penerus bangsa Indonesia, utamanya generasi milenial dan Gen Z. Bos PII ini menegaskan, generasi muda sekarang merupakan kunci yang sangat penting untuk menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
''Saya akan meneruskan pesan dari Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati), yakni 'Jangan pernah lelah mencintai Indonesia'. Karena negara ini memiliki potensi yang sangat besar,'' kata Sutopo dalam podcast Konvergensi di Kantor Investortrust.id, Jakarta, Senin (03/02/2025).
| Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia oleh IMF. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Sutopo Targetkan PII Beri Penjaminan Proyek Rp 69 Triliun 2025
Dia mengatakan, generasi muda sekarang merupakan kunci yang sangat penting untuk Indonesia melepaskan diri dari jebakan negara berpendapatan menengah. Dengan demikian, bangsa ini dapat menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045 atau menjadi negara maju dengan rakyat berpendapatan tinggi pada 100 tahun RI merdeka.
''Sekarang kita berada dalam posisi middle income country, di sinilah Gen Z dan milenial berperan sangat penting bagi kita untuk menuju Indonesia Emas 2045,'' ucap Sutopo.
Wahid Sutopo adalah direktur utama PT PII sejak 29 November 2019. Ia diangkat kembali untuk masa jabatan lima tahun pada 25 November 2022 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Baca Juga
Prabowo Ingin Berikan Proyek Infrastruktur ke Swasta, Ketum Kadin Anindya: Kita Jadi Semangat
Sebelum menjabat sebagai direktur utama PT PII, Sutopo memiliki pengalaman cukup luas di berbagai sektor. Ia tercatat memulai karier di industri telekomunikasi dengan bergabung di PT Indosat Tbk (ISAT), dengan menjabat sebagai international marketing manager (tahun 1999-2001), head of investor relations (2001-2006), dan group revenue assurance (2006-2008).
Setelah itu, Sutopo beralih ke sektor minyak dan gas dengan bergabung di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), sebagai direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko dari 2011-2017.
