Jelang Hari Sumpah Pemuda, Yenny Wahid Titip Pesan Ini ke Generasi Penerus Bangsa
Poin Penting
|
JAKARTA, investrotrust.id — Cendekiawan perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Yenny Wahid menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak hanya sibuk dengan kehidupan pribadi, tetapi meluangkan waktu untuk berkarya bagi kepentingan bangsa dan negara menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.
Anak kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu menilai generasi muda saat ini memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan karena mempunyai keinginan berkontribusi bagi bangsa, masyarakat, dan dunia.
"Generasi muda saat ini adalah generasi yang punya kekuatan luar biasa sekali. Generasi muda pada saat ini adalah generasi yang sangat altruistik, artinya mereka memang punya keinginan untuk berbuat sesuatu bagi bangsanya, bagi masyarakatnya, dan bagi dunia," kata Yenny saat ditemui di Sequis Tower, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026) malam.
Menurut Yenny, generasi muda dapat memulai perubahan dari diri sendiri, termasuk dengan tidak menoleransi korupsi, menjaga kerukunan umat beragama, dan menolak berbagai hal yang merusak keadilan di Indonesia. "Kalau kita ingin negara kita ini negara yang bebas korupsi, negara yang damai, negara yang rakyatnya makmur, aman, sejahtera, kita mulai dari diri kita sendiri," ujarnya.
Baca Juga
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Mutlak Dilakukan seusai Muktamar Ke-35 NU
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak memilih pemimpin yang korupsi di semua tingkatan. "Di sinilah generasi muda punya peranan yang sangat besar sekali," ucap Yenny.
Yenny menambahkan, generasi muda saat ini memiliki keunggulan karena tumbuh sebagai digital native atau generasi yang akrab dengan ekosistem digital. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berjuang dan mendorong perubahan.
"Anak-anak muda, saya sangat berharap bahwa mereka tidak sibuk hanya dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya, tapi mau meluangkan waktu untuk juga berkarya bagi kepentingan bangsa dan negara. Kalau kita semua kompak, pasti bisa," tegasnya.
Yenny juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah frustrasi melihat berbagai persoalan di Indonesia, seperti korupsi dan kekerasan yang masih terjadi.
Ia mencontohkan perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, mulai kebiasaan mengantre, kondisi kamar mandi publik yang lebih bersih, hingga perilaku membuang sampah sembarangan yang kini dinilai tidak terpuji.
Dikatakan Yenny, perubahan perilaku masyarakat dapat terjadi apabila setiap orang saling menguatkan dan mengingatkan. "Artinya apa? Perilaku itu bisa kita buat, asal kita semua saling menguatkan satu sama lain dan saling mengingatkan satu sama lain. Ini tugasnya generasi muda," katanya.
Di sisi lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah mendorong revisi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menjelang peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.
Pembaruan regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran generasi muda sekaligus mengantisipasi risiko bonus demografi dan pengangguran.
Baca Juga
65 Juta Anak Muda 'Nganggur', Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mengatakan, bonus demografi perlu diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja dan program yang membuka peluang bagi generasi muda. "Kompleksitas pertumbuhan ekonomi ini juga jangan sampai tidak menyiapkan lapangan pekerjaan baru kepemudaan ke depan," kata Erick di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Salah satu langkah yang didorong ialah program magang profesional bagi lulusan S1-plus dengan melibatkan perusahaan milik negara dan sektor swasta. Pegadaian menjadi salah satu perusahaan yang telah menerima peserta magang.
Kemenpora juga menyiapkan Indonesia Youth Summit (IYS) sebagai wadah pengembangan kapasitas dan pertukaran gagasan generasi muda. Dari 5.100 pendaftar yang dijaring melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, sebanyak 160 peserta terpilih akan mengikuti kegiatan perkemahan, diskusi, dan debat.
