Diminati Banyak Negara, Proyek 3 Juta Rumah Diharap Libatkan Kontraktor dan Pekerja Lokal
JAKARTA, Investortrust.id -- Anggota Komisi V DPR Syafiuddin Asmoro menyambut baik keinginan Turki dan Singapura untuk mendukung proyek 3 juta rumah. Turki dikabarkan ingin membangun 50.000 rumah, sedangkan Singapura berminat membangun sebanyak 100.000 rumah. Selain itu, dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) untuk pembangunan 1 juta rumah.
"Banyaknya negara yang ingin mendukung proyek 3 juta rumah itu menunjukkan bahwa proyek ini sangat diminati. Tentu kami sangat mendukung program Presiden Prabowo itu," kata Syafiuddin dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (27/1/2025).
Syafiuddin menyampaikan sejumlah catatan terhadap proyek 3 juta rumah yang makin diminati negara lain itu. Pertama, dalam menjalin kerja sama dengan negara lain untuk melaksanakan proyek 3 juta rumah, pemerintah harus melakukan negosisasi dan penawaran agar pelaksanaan proyek itu ditangani kontraktor dan subkontraktor dari Indonesia.
Menurutnya, keterlibatan kontraktor dan pekerja dalam negeri itu penting, agar perusahaan konstruksi di Indonesia juga mendapatkan manfaat dan keuntungan dari pembangunan itu.
Kemudian terkait perjanjian kerja sama dengan Qatar yang akan membangun 1 juta rumah, namun dengan syarat mereka akan menunjuk kontraktor dari China, menurut Syafiuddin, hal itu sudah terjadi dan kesepakatan kerja sama telah ditandatangani.
"Yang bisa dilakukan adalah melobi agar Qatar bersedia menggunakan subkontraktor dari Indonesia. Jadi, kontraktor dari China, tetapi subkon (subkontraktor) dari Indonesia," ungkapnya.
Catatan selanjutnya, ia berharap pelaksanaan proyek 3 juta rumah itu harus memanfaatkan tenaga kerja dari Indonesia. Dengan demikian, proyek tersebut bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
"Jangan ada tenaga kerja dari luar. Semua pekerja dari Indonesia. Banyak tenaga kerja terampil di dalam negeri," ujar Syafiuddin.
Syafiuddin menambahkan, proyek perumahan itu jangan sampai melebihi permintaan pasar. Pemerintah diminta betul-betul menghitung kebutuhan pasar, sehingga tidak ada unit rumah yang berlebih dan kosong, karena melebihi permintaan pasar.
Politikus PKB itu menegaskan, pihaknya akan mengawal proyek 3 juta rumah itu, sehingga bisa terlaksana dengan baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. (C-14)

