Pemerintahan Prabowo Diharap Komunikasikan Penerbitan Obligasi Negara
JAKARTA, investortrust.id - Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat mengomunikasikan penerbitan obligasi negara. Terutama, kata dia, untuk penerbitan obligasi di tahun-tahun mendatang.
“Karena penerbitan obligasi itu sedikit banyak memengaruhi pricing,” kata Rudiyanto di sela Investment Manager Awards 2024 atau IMA 2024 yang digelar Investortrust dan Infovesta di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Pasar Eropa di Zona Merah, Investor Cermati Yield Obligasi AS
Komunikasi mengenai penerbitan obligasi ini, ujar Rudiyanto, penting. Hal ini mengingat pemerintahan Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
“Apakah dengan penerbitan obligasi dan seperti apa tahapannya,” ujar dia.
Rudiyanto menyebut rencana penerbitan obligasi tersebut dapat membuat impact hasil investasi yang diharapkan menjadi lebih tinggi.
Rudiyanto mengapresiasi terpilihnya Prabowo Subianto. Dia akan menunggu pemerintahan baru tersebut dapat bekerja terlebih dahulu selama satu atau dua tahun.
Tantangan industri keuangan
Saat ini, Rudiyanto mengatakan terdapat beberapa kombinasi tantangan dari dalam dan luar. Tantangan dari dalam ekosistem industri keuangan yaitu, masalah performa.
“Memang performance menjadi isu karena reksa dana saham atau IHSG di Indonesia memang kalau kita lihat beberapa tahun terakhir kurang baik,” ujar dia.
Sementara itu, ancaman eksternal yang mengancam ekosistem industri keuangan, yaitu fenomena seperti judi online dan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).
“Walaupun sudah dilonggarkan, tetapi rasanya belum cukup longgar,” ucap dia.
Baca Juga
Untuk itu, manajer investasi, kata dia, perlu berani mengambil risiko. Meski demikian, dia menyebut terdapat konsekuensi berada di bawah pasar.
“Kalau pas dia benar, di atas pasar, teapi, kalau salah, bisa di bawah pasar,” kata dia.

