Kementerian ATR/BPN Catat Hak Tanggungan Rp 882,7 Triliun Sepanjang Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat Hak Tanggungan (HT) mencapai Rp 882,7 triliun dari sertifikasi tanah elektronik sepanjang tahun 2024.
Sejak tahun 2019, lanjut Nusron, Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan layanan HT secara elektronik. Diketahui, HT merupakan jaminan atas tanah atau objek lain untuk melunasi utang debitur kepada kreditur.
“Hak Tanggungan itu adalah sertifikat tanah yang (diagunkan, red) kemudian menjadikan tanggungan kepada beberapa keluarga dari tanah dan bangunan,” kata Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid dalam keterangan pers, dikutip Senin (6/1/2025).
“Layanan pengajuan Hak Tanggungan mencapai 1.787.501 dengan nilai total Rp 882,7 triliun. Dalam konteks ekonomi, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 40% dari total pertumbuhan,” imbuhnya.
Baca Juga
Selain berhasil meningkatkan perekonomian, menurut Nusron, layanan HT Elektronik juga berkontribusi dalam memberikan layanan pertanahan kepada masyarakat.
“Terbukti, sepanjang tahun 2024, Kementerian ATR/BPN berhasil menghimpun berkas layanan sebanyak 8.058.650 berkas layanan,” kata dia.
Adapun sebesar 84% jumlah berkas layanan pertanahan tersebut didominasi oleh layanan informasi pertanahan, HT, dan Peralihan Hak. “Mungkin ini pelayanan tertinggi selama 10 tahun terakhir karena dari tahun 2015 sampai setidaknya tahun 2023, layanan maksimal hanya 6,6 juta. Tahun 2024, dari 8 juta itu paling banyak 3.740.908 layanan terkait informasi pertanahan,” pungkas Nusron.

