Kisah Hendra ‘Membereskan’ Taman Lapangan Banteng
JAKARTA, investortrust.id - Pergantian tahun tinggal hitungan jam. Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat mulai ramai. Pengunjung terus berdatangan. Ada yang sendiri, ada yang berkelompok.
Di salah satu sudut taman, dalam balutan cahaya neon yang terang benderang, seorang lelaki berkaos hijau muda, bertopi hitam pudar, berjalan tergesa, menyelinap di antara para pengunjung.
Kedua matanya menghunjam tanah. Sesekali langkahnya terhenti. Badannya membungkuk. Tangan kanannya, dengan sigap, memungut sesuatu.
Baca Juga
Lelaki berkulit sawo matang tersebut bernama Muhammad Hendra, 42 tahun. Sehari-hari, ia bertugas di Taman Lapangan Banteng sebagai petugas kebersihan.
Pada Selasa (31/12/2024) malam, saat pergantian tahun, Hendra mendapat tugas tambahan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta untuk berjaga di Taman Lapangan Banteng. Tugas Hendra adalah membereskan sampah pengunjung di kawasan yang lekat dengan ikon Monumen Pembebasan Irian Barat itu.
Menilik kepadatan pengunjung, Hendra memperkirakan masyarakat yang datang ke Taman Lapangan Banteng pada perayaan pergantian tahun 2024 ke 2025 tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pantauan mata, pengunjung kawasan wisata yang dibangun pada era Bung Karno tahun 1963 itu memang tak terlalu berdesak-desakan.
“Sekarang lumayan meriah. Cuma, dibanding tahun-tahun lalu masih kalah. Tahun tahun-tahun kemarin lebih meriah,” kata Hendra, saat ditemui investortrust.id di lokasi.
Hendra membandingkan kepadatan pengunjung saat perayaan pergantian tahun pada 2018. Dia ingat betul saat itu tumpukan sampah dari Taman Lapangan Banteng harus diangkut menggunakan enam truk sampah.
“Satu truk kira-kira (bisa mengangkut) 10 ton sampah. Berarti 60 ton,” ujar dia.
Mayoritas sampah yang dikumpulkan dari tahun ke tahun masih sama, yaitu plastik. Plastik kerap dibuang atau ditinggal sembarangan oleh pengunjung. Padahal, di taman legendaris itu banyak tersedia tempat sampah.
Pengunjung Taman Lapangan Banteng memangmasih banyak yang tak peduli pada kebersihan. Di beberapa lokasi tampak sampah berserakan di dekat kantong sampah yang disediakan petugas. “Kadang tisu dibuang sembarang. Kadang gelas minuman plastik,” tutur Hendra.
Pria yang berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta Utara itu bertugas sebagai penjaga kebersihan sejak 2006. Muhammad Hendra mengawali karier sebagai petugas kebersihan di bawah naungan Suku Dinas Pertamanan Kota Jakarta Utara.
Baca Juga
Tahun Baruan di Sarinah, Nikmati Konser Sambil Jajan-Jajan Seru
Belasan tahun menjadi petugas kebersihan, Hendra paham lokasi mana saja yang pengunjungnya tak disiplin membuang sampah, terutama pada momen-momen pergantian tahun. Skatepark Kalijodo salah satunya.
Saat bertugas menjaga kebersihan selama pergantian tahun di bekas kawasan ‘lampu merah’ itu, Hendra kerap merasa gemas terhadap kebiasaan masyarakat membuang sampah. “Pengunjungnya nggak bisa diatur,” kata dia.
Harapan Hendra
Hendra adalah satu dari 53 petugas kebersihan yang siaga di Taman Lapangan Banteng. Selain mencicil tugas membersihkan sampah sebelum pergantian tahun, dia bekerja keras setelah acara pergantian tahun usai.
Sebanyak 100 petugas dari Dinas Kebersihan diperbantukan untuk membersihkan sampah di Taman Lapangan Banteng. Para petugas menyisir enam titik area yang dulu bernama Waterlooplein ini. “Paling-paling, selesai jam 04.00,” kata dia.
Meski bertugas lembur, Hendra ternyata tak mendapat uang lembur. Ketika ada acara seperti ini biasanya ia hanya mendapat jatah konsumsi.
Sebagai petugas kebersihan di bawah Pemprov Jakarta, Hendra mendapatkan gaji setara upah minimum provinsi (UMP) senilai Rp 5,2 juta per bulan. Gaji tersebut cukup untuk membiayai tiga anaknya yang masih sekolah. “Anak pertama SMA, kedua SMP, ketiga SD,” tutur dia.
Hendra bukan penopang tunggal kebutuhan keluarga. Sang istri juga bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu pusat perbelanjaan di Kelapa Gading.
Pada tahun baru ini, Hendra dan rekan-rekannya berharap adanya tambahan gaji dari Pemprov Jakarta. Mereka merasa kenaikan gaji yang sudah diberikan pemprov tak ‘nendang’ akibat potongan untuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga
Cuaca Panas Menyengat, Masyarakat Ngadem di Lapangan Banteng
“Untuk pemprov, ya tolonglah (dinaikkan). Ibaratnya, gaji-gaji kita naikin berapa persen,” ujar dia.
Hendra berseloroh, satu-satunya kebahagiaan menjadi petugas kebersihan adalah dapat membantu menjaga lingkungan. Selain itu, terdapat peristiwa-peristiwa lucu yang kadang menjadi bahan senda gurau dengan sesama rekannya.
“Misalnya nemu uang kecil, ya kecil-kecil, tapi lumayan,” kata dia, sambil tertawa.
Tapi jika menemukan barang berharga, seperti dompet, ponsel, atau perhiasan, Hendra dan rekan-rekannya akan menyerahkannya kepada petugas keamanan Taman Lapangan Banteng untuk dikembalikan kepada pengunjung yang kehilangan.

