Hasil Riset LSI Denny JA: 7 Program Prabowo Tuai Respons Positif
JAKARTA, investortrust.id - Hasil analisis dan riset LSI Denny JA menunjukkan tujuh dari delapan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai respons positif dari publik. Ketujuh program yang menuai respons positif dari publik melalui berbagai platform digital itu, yakni swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan guru dan rehabilitasi sekolah, target pertumbuhan ekonomi 8% salah satunya melalui transisi menuju energi hijau, makan bergizi gratis, program 3 juta rumah, kenaikan upah minimum nasional menjadi 6,5% pada 2025, dan bantuan gizi untuk ibu hamil serta ibu menyusui.
"LSI Denny JA menemukan tujuh program yang didukung sentimen positif, sementara satu program mendapat tantangan signifikan dari masyarakat," kata pendiri LSI Denny JA, Denny Januar Ali dalam keterangan yang disampaikan melalui akun Facebook Denny J.A's World yang dikutip Kamis (26/12/2024).
Dalam riset itu, LSI Denny JA mencatat terdapat 2.505 frekuensi percakapan terkait program perbaikan gizi untuk ibu hamil. Dari jumlah itu sebanyak 53,7% merupakan sentimen positif dan sisanya atau 46,3% sentimen negatif. Berdasarkan analisis, program ini diapresiasi karena menyasar ibu hamil dan anak yang merupakam kelompok rentan. Namun, di sisi lain, kritik muncul terkait realisasi di lapangan, terutama di daerah terpencil.
Baca Juga
Badan Otonom PBNU Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Hilirisasi Prabowo
Program Prabowo lainnya yang menuai respons positif ditemukan LSI Denny JA terhadap program swasembada pangan. Dari 7.922 frekuensi percakapan, terdapat 70% repons positif dan 30% lainnya negatif.
"Publik optimistis dengan potensi program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan. Namun, skeptisisme tetap ada terkait efisiensi anggaran dan target yang ambisius," kata Denny JA.
Program pemerintah lainnya yang menuai respons positif, yaitu perbaikan kesejahteraan guru dan rehabilitasi sekolah. Terdapat 17.925 frekuensi percakapan terkait program perbaikan kesejahteraan guru dan rehabilitasi sekolah dengan 71,6% di antarany positif dan 28,4% lainnya negatif. Denny JA menilai dukungan kuat muncul dari masyarakat, khususnya terkait kesejahteraan guru. Namun, program ini menghadapi tantangan, utamanya dalam memastikan distribusi anggaran yang berkeadilan.
Selanjutnya, terdapat 8.002 frekuensi percakapan terkait target pertumbuhan ekonomi 8%, termasuk mellaui transisi menuju energi hijau. Dari jumlah itu, 58% di antaranya sentimen positif dan 42% lainnya negatif.
"Transisi energi hijau menjadi sorotan positif. Namun, sebagian masyarakat skeptis terhadap realisasi target pertumbuhan ekonomi yang tinggi," katanya.
Untuk program makan bergizi gratis, terdapat 2.264 frekuensi percakapan dengan 52,7% di antaranya sentimen positif, sementara 47,3% lainnya negatif. LSI Denny JA menyebut tantangan utama program itu ialah realisasi makan bergizi gratis dan program-program penghapusan stunting lainnya di daerah terpencil.
LSI Denny JA menemukan program membangun 3 juta rumah juga mendapat 53,7% sentimen positif dari total total 4.190 frekuensi percakapan sementara dan 46,3% sentimen negatif. Berdasarkan analisis LSI Denny, program ini dianggap sebagai langkah maju mengatasi perumahan bagi masyarakat miskin. Kritik muncul terkait pendanaan dan waktu realisasi.
Program lainnya yang mendapat respons positif adalah kenaikan upah minimum nasional dengan 52,6% dari total 5.248 frekuensi percakapan. Sementara, 47,4% sisanya sentimen negatif.
Dalam riset LSI Denny JA ini, terdapat satu wacana yang digulirkan Presiden Prabowo yang mendapat sentimen negatif, yaitu pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Dari 1.629 frekuensi percakapan, terdapat 23,7% sentimen positif, dan 76,3% lainnya sentimen negatif.
"Program ini mendapat kritik tajam dari publik yang khawatir akan melemahkan demokrasi dan meningkatkan risiko korupsi," katanya.
Berdasarkan hasil riset tersebut, LSI Denny JA merekomendasikan pemerintah fokus pada pelaksanaan program yang telah mendapat dukungan positif, seperti pendidikan dan pertanian, untuk menjaga momentum kepercayaan publik. Selain itu, Denny JA juga merekomendasikan pemerintahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan transparansi, dan memastikan program-program kerja pemerintah inklusif atau menjangkau seluruh daerah dan kelompok masyarakat.
"Prabowo sebaiknya menghindari isu pilkada dipilih DPRD. Politik Indonesia yang presidensial tak bisa disamakan dengan India, Singapura, atau Malaysia yang parlementer," katanya.
Baca Juga
Aturan Terbaru Perjalanan Dinas Luar Negeri Pejabat: Harus Seizin Prabowo

