Peneliti LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Bisa Menang Satu Putaran, Ini Syaratnya!
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa memprediksi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka keluar sebagai pemenang Pilpres 2024 hanya dalam satu putaran.
“Meski hampir seluruh hasil survei kredibel menunjukkan belum ada satu pun capres-cawapres yang telah melewati angka 50%, pilres hanya satu putaran bukan sesuatu yang mustahil,” tegasArdian dalam wawancara podcast Konvergensi: “Pilpres Satu Putara, Mungkinkah?” di gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/01/2024).
Podcast yang dipandu Pemimpin Redaksi investortrust.id, Primus Dorimulu itu juga menghadirkan Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia, Hendri Satrio dan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan.
Menurut Ardian, sejauh ini pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran menjadi calon terkuat untuk keluar sebagai pemenang apabila skema pilpres satu putaran terwujud.
Baca Juga
Polling Institute: 53,8% Masyarakat Ingin Pilpres 2024 Berlangsung 1 Putaran
"Yang paling berpeluang (menang) satu putaran, ya Prabowo. Apakah mungkin? Ya mungkin saja, walau sejauh ini belum ada lembaga survei yang menempatkan Prabowo di atas 50%," ujar dia.
Agar menang satu putaran, kata Ardian Sopa, pasangan Prabowo-Gibran harus mampu mempertahankan tren kenaikan perolehan suara dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan survei LSI Denny JA per Januari 2024, Prabowo-Gibran memperoleh kenaikan suara sebesar 3-4% dalam satu bulan. Tren ini menjadi kunci Prabowo-Gibran untuk mencapai perolehan suara lebih dari 50%.
Survei tersebut menunjukkan, Prabowo-Gibran berada di angka 46,6%. Padahalpada Desember 2023, suara Prabowo-Gibran masih 43,3%. "Masih ada dua minggu lagi. Kalau tren sebulan kemarin bisa naik, tentu bisa menutup menjadi satu putaran," tandas dia.
Mengacu data dan hasil survei beberapa lembaga kredibel, Ardian Sopa percaya, jika pilres berlanjut ke putaran kedua pun, pasangan Prabowo-Gibran hampir dapat dipastikan lolos. Di pihak lain, dua paslon lainnya, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, akan saling mengalahkan.
"Sekarang kami sedang survei lagi. Potensi suara Anies adalah yang tidak suka Jokowi. Kalau Ganjar kan momennya bukan hanya masuknya Gibran, tetapi juga serangan Ganjar sendiri terhadap pemerintahan Jokowi, sehingga ada penurunan 10% orang yang suka Pak Jokowi yang sebelumnya memilih Ganjar," papar dia.
Baca Juga
PWS: Mayoritas Publik Ingin Pilpres 2024 Satu Putaran, Ini Alasannya
Namun, Ardian berpendapat bahwa hingga hari pemungutan suara tiba, segala kemungkinan masih dapat terjadi. Hanya saja, perubahan yang terjadi tidak akan jauh berbeda dengan hasil beberapa lembaga survei terakhir.
"Konteks sekarang apakah dalam sisa waktu yang tersedia akan terjadi perubahan? Momen debat mungkin mengubahnya, tetapi tidak besar. Dalam survei terakhir, yang nonton debat 46,5%, tetapi yang benar-benar nonton sampai selesai mungkin hanya 2-3%," tegas dia.
Ardian tetap memprediksi 2-3% suara mengambang (swing voters) dapat berpengaruh terhadap keseluruhan kontestasi. Soalnya, selisih suara yang dibutuhkan Prabowo untuk satu putaran tidak boleh melupakan suara yang ditentukan dari debat. “Begitu juga pertarungan Anies-Ganjar untuk lolos ke putaran kedua," tutur dia.

