Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo-Gibran Dekati 1 Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Survei yang dilakukan LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus menanjak. Bahkan, elektabilitas Prabowo-Gibran saat ini makin dekat dengan kemenangan dalam satu putaran di Pilpres 2024.
Survei yang dilakukan LSI Denny JA pada 3 Januari hingga 11 Januari 2024 menempatkan Prabowo-Gibran di posisi teratas dengan meraih elektabilitas 46,6%. Angka itu naik sekitar 3,3% bila dibandingkan dengan survei akhir Desember 2023 dan bahkan naik 5,4% bila dibandingkan dengan survei di awal Desember 2023.
Peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, dengan raihan elektabilitas ini, kemungkinan Prabowo-Gibran menang Pilpres 2024 dalam satu putaran mulai terbuka. Menurutnya, Pilpres 2024 digelar satu putaran dapat terjadi jika Prabowo-Gibran mampu mempertahankan tren kenaikan elektabilitas sebesar 5%.
"Terbukanya peluang Prabowo-Gibran menang satu putaran karena hanya butuh 4% saja. Survei di awal Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 41,2%. Survei di akhir Desember 2023 elektabilitasnya naik menjadi 43,3% dan survei di awal Januari 2024 elektabilitasnya sebesar 46.6%. Jika dilihat dari awal Desember 2023 ke awal Januari 2024 terdapat kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 5,4%," kata Ardian dalam keterangan yang dikutip Jumat (19/1/2024).
Baca Juga
Survei Indikator Politik: Prabowo Teratas, Anies Salip Ganjar
Di posisi kedua, Ardian mengatakan, terjadi persaingan ketat antara capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Bahkan, selisih kedua pasangan calon (paslon) itu hanya terpaut 2% atau berada dalam margin of error survei plus minus 2,9%.
Ganjar-Mahfud meraih elektabilitas 24,8%, sementara Anies-Cak Imin 22,8%. Dalam survei itu, terdapat 5,3% responden yang belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/ tidak jawan. Selain itu, terdapat 0,5% suara tidak sah.
Dengan raihan ini, Ganjar-Mahfud kembali menyalip Anies-Cak Imin yang sebelumnya sempat bertengger di posisi kedua dengan meraih 25,3% pada akhir Desember 2023. Sementara, Ganjar-Mahfud saat itu dipilih oleh 22,9% responden.
"Jika pilpres berlangsung dua putaran, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud terus bersaing ketat, dengan selisih di bawah margin of error dan saat ini Ganjar-Mahfud kembali melampaui Anies-Muhaimin," paparnya.
Dipaparkan, terdapat setidaknya tiga faktor yang membuat elektabilitas Prabowo-Gibran terus naik hingga mendekati satu putaran. Pertama, bertambahnya dukungan dari pemilih milenial kepada pasangan Prabowo-Gibran. Penampilan Gibran yang makin menyakinkan ditambah re-branding Prabowo dengan gemoy menambah daya tariknya di kalangan muda.
Elektabilitas Prabowo-Gibran pada survei September 2023 di kalangan pemilih muda atau berusia 30 tahun ke bawah sebesar 49,5%. Saat ini di survei awal Januari angkanya mencapai 56,3%.
Kedua, bertambahnya dukungan wong cilik atau masyarakat berpenghasilan Rp 2 juta ke bawah. Program populis Prabowo-Gibran, seperti kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat, serta makan siang dan susu gratis disukai wong cilik.
"Dukungan dari wong cilik terbaca dalam data survei. Pada September 2023 elektabilitas Prabowo-Gibran di segmen ini sebesar 39,5%. Saat ini di survei awal Januari 2024, elektabilitasnya bertambah semakin kuat, yakni sebesar 46,7%," katanya.
Baca Juga
Survei Spin: Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 50,9% Setelah Debat Ketiga Pilpres 2024
Ketiga, semakin banyak yang puas dengan kinerja Jokowi pindah ke Prabowo-Gibran. Publik semakin menangkap sinyal Jokowi tegas mendukung Prabowo-Gibran. Pemilih yang puas dengan Jokowi dan mendukung Prabowo-Gibran semakin meningkat. Pada November 2023 pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi dan mendukung Prabowo-Gibran sebesar 42,4%. Saat ini di survei awal Januari 2024, angkanya meningkat mencapai 50,5%.
Survei ini dilakukan LSI Denny JA secara tatap muka atau face to face interview dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1.200 responden, margin of error survei ini sebesar 2,9%.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement, dan focus group discussion.

