Chatham House Sarankan Politisi Indonesia Berkomitmen terhadap Layanan Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Center for Universal Health, Chatham House, Robert Yates menyebut keputusan untuk mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat sebagai langkah politis. Untuk itu, dia menyarankan politisi Indonesia mengangkat isu layanan kesehatan masyarakat.
“Dengan kerendahan hati, saya menyarankan kepada para politisi di Indonesia yang ingin berbuat terbaik bagi masyarakat untuk berkomitmen kepada public spending terhadap kesehatan masyarakat dengan realistis,” kata Robert, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023).
Robert mengatakan keputusan membuat cakupan kesehatan yang menyeluruh (UHC) diprakarsai oleh politisi. Dia menyontohkan PM Thailand, Thaksin Shinawatra yang membuat UHC di negaranya meski kondisi ekonomi global dilanda krisis finansial pada 2002.
“World Bank menyampaikan keraguan. Tapi, Thailand membuktikannya dan UHC berhasil,” kata dia.
Baca Juga
Respons Penurunan Anggaran Kesehatan di APBN, Cisdi Luncurkan White Paper
Keputusan politik juga dibuat China saat wabah SARS melanda pada 2005. Sebagai respons, kata dia, pemerintah Negeri Tirai Bambu itu memberikan subsidi dan akses kesehatan bagi masyarakat.
“Mengalokasikan pendanaan untuk pembiayaan kesehatan publik,” ujar dia.
Pada saat Indonesia menghadapi pemilu 2024, Robert menyebut penting bagi politisi untuk melihat peran menyediakan layanan kesehatan. Dia menyontohkan bagaimana peran Joko Widodo (Jokowi) pada saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Saya kagum gagasan itu. Entah datang dari mana Jokowi membuat Kartu Jakarta Sehat (KJS),” ujar dia.
Jokowi kemudian membawa KJS ini sebagai salah satu modal dalam debat pemilihan presiden 2009.
“Pesan saya untuk para politisi yang akan menjalani kampanye yaitu jangan melupakan sektor kesehatan karena ini kebutuhan seluruh masyarakat,” kata dia. (CR-7)

