Sudirman Said Yakin Prabowo Serius Berantas Korupsi
JAKARTA, investotrtrust.id - Mentan Menteri ESDM Sudirman Said menaruh harapan pada pemberantasan korupsi di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sudirman mengatakan tiap awal pemerintahan baru selalu memunculkan harapan atas pemberantasan korupsi yang makin kuat.
“Sebagai contoh, saya itu menjadi menteri karena pada waktu memilih kabinet itu Pak Jokowi menggunakan KPK sebagai lembaga yang melakukan screening,” kata Sudirman, saat diskusi yang digelar Universitas Paramadina, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
Gibran Tegaskan Pemerintahan Prabowo Buka Kesempatan Anak Muda untuk Tampil
Sudirman yakin Prabowo Subianto sangat serius memberantas korupsi. Sudirman Said mengutip pernyataan Prabowo saat pidato pelantikan yang menunjukkan keseriusannya dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Salah satu penggalan kalimatnya, ‘Saya akan cek kembali anggaran, dan saya akan sisihkan anggaran khusus untuk pemberantasan korupsi’,” kata Sudirman Said mengutip pernyataan Prabowo.
Menurut Sudirman, pernyataan ini menjadi ekspresi Prabowo yang ingin memberantas korupsi dan menambal kebocoran anggaran. Sudirman mengatakan korupsi mengancam keuangan negara. Sudirman Said mencontohkan petugas pajak yang menerima uang dari pengemplang pajak.
“Jadi contoh bahwa korupsi ini memang di pelanggaran hukum, juga ancaman bagi fiskal, ancaman bagi penerimaan negara,” ujar dia.
Mengutip studi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Sudirman menyebut cara pengelolaan negara belum efisien. Lebih dari separuh perencanaan anggaran tidak efektif dan tidak efisien.
“Total inefisiensinya mencapai 53,95%. Dari nilai absolutnya sekurang-kurangnya Rp 151 triliun itu sesuatu yang bisa disimpan atau bisa diefisienkan,” kata dia.
Baca Juga
Setyo Budiyanto Terpilih sebagai Ketua, Ini Daftar Pimpinan KPK 2024-2029
Sudirman pun menyebut setidaknya 30% hingga 40% dari anggaran negara mengalami kebocoran.
“Itu artinya kalau memang APBN kita Rp 3.500 triliun, minimal, Rp 1.000 triliun itu dianggap sebagai kebocoran akibat perangkap kata korupsi,” ujar dia.

