Politisi Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya Dilantik Jadi Menteri Ekonomi Kreatif, Intip Profilnya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Teuku Riefky Harsya sebagai Menteri Ekonomi Kreatif Kabinet Merah Putih di Komplek Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Sebagai catatan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan perubahan nomenklatur sejumlah kementerian. Termasuk di antaranya adalah Kemenparekraf yang dipecah menjadi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Dalam 100 hari pertama menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, Riefky akan memulai agendanya dengan melakukan rapat koordinasi bersama pejabat internal di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif guna menyusun langkah dan strategi yang diperlukan selaras dengan apa yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto.
“Beliau (Prabowo) sangat berharap ekonomi kreatif ini menjadi ekosistem yang besar, yang mapan, yang kuat, dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian kita,” ujarnya di acara serah terima jabatan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Baca Juga
Dilantik Prabowo, Ace Hasan Syadzili Jabat Gubernur Lemhannas
Riefky menjelaskan ekonomi kreatif mempunyai kekuatan yang luar biasa dimana ada 17 subsektor ekraf di dalamnya untuk bisa berkembang lebih maju, bahkan menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) negara secara signifikan.
“Ada harapan besar terhadap ekonomi kreatif yang selama ini diperjuangkan yakni menjadikan ekonomi kreatif sebagai pemberi nilai tambah kepada PDB yang signifikan dan membuka lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Profil Teuku Riefky
Riefky memulai perjuangan politiknya dengan turut serta bergabung dalam Relawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2000. Dia turut mengumpulkan KTP pendirian Partai Demokrat pada 2001 dan selanjutnya aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat di DPC Jakarta Pusat periode 2002-2005.
Pria kelahiran 28 Juni 1972 itu berproses dari berbagai jabatan yang berjenjang dari bawah hingga berbagai jabatan strategis di DPP Partai Demokrat selama 15 tahun terakhir (2015-2020), termasuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat dan Wakil Komandan I Kogasma (Komando Satuan Tugas Bersama) dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Di DPR, Riefky mengawali kariernya pada usia 33 tahun ketika masuk pertama kali menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada periode 2004–2009, dengan menggantikan Rusli Ramli yang meninggal dunia pada tahun 2005.
Sejak saat itu, Riefky berhasil lolos 3 pemilihan legislatif selanjutnya (2009, 2014, 2019) dan mencetak hat trick dalam perolehan suara tertinggi di Provinsi Aceh. Bahkan pada periode 2009 secara persentase Ia menempati suara tertinggi ke-10 Nasional.
Selama berkiprah 15 tahun di DPR, Riefky dipercaya DPP Partai Demokrat dalam berbagai penugasan strategis di DPR, seperti Ketua Komisi VII, Sekertaris Fraksi Partai Demokrat, Ketua Komisi IX DPR,
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar)dan Kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I merangkap Sekertaris Fraksi Partai Demokrat.
Riefky terlibat dalam pembahasan Undang-Undang (UU) No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan tindak lanjut Perjanjian Perdamaian RI-Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Helsinki dan sebagai Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Tsunami Aceh pada 2005-2009.
Baca Juga
Selain aktif di dunia politik, Riefky juga pernah aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, antara lain Anggota Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), Ketua Bidang Investasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Kemudian Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ketua Umum Bela Diri Kurash (PBKI), Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), dan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI).
Adapun, untuk latar belakang pendidikan, Riefky mengenyam pendidikan S1 Komunikasi Masa di Millitary College of Vermont, Amerika Serikat (AS) pada 1990-1994. Kemudian pada 2011-2013, dia melanjutkan pendidikannya di S2 Manajemen Gas, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dan sejak 2016 melanjutkannya ke S3 Manajemen Keuangan, Sekolah Bisnis IPB University.

