Bidik Pertumbuhan Ekraf 6,12%, Teuku Riefky Ajukan Anggaran Rp 2,34 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor ekraf sebesar 6,12% dengan penyerapan tenaga kerja 27,66 juta orang pada 2026. Untuk mencapai target itu, ia mengajukan anggaran Rp 2,34 triliun.
Menurut Riefky, anggaran tersebut akan memperkuat strategi pengembangan tujuh subsektor unggulan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) pada 2026. Subsektor unggulan itu di antaranya fesyen dan film.
“Kami sangat membutuhkan dukungan DPR terkait usulan tambahan melalui inisiatif baru 2026,” kata Riefky Harsya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025), dikutip dari keterangan tertulis.
Baca Juga
Gandeng Kemenparekraf, Bank Mandiri Perkuat Dukungan untuk Pelaku Usaha Kreatif
Riefky mengungkapkan, anggaran tersebut diperlukan agar Kemenekraf dapat menjalankan program ekraf secara efektif. Juga agar pelayanan publik bisa terlaksana untuk mewujudkan ekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kemenekraf berkomitmen untuk bekerja maksimal guna mencapai sasaran cascading struktur ekraf dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029,” ujar dia.
Menekraf menambahkan, Kemenekraf berupaya mewujudkan poin ke-3 Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.
Riefky menjelaskan, melalui penguatan ekosistem ekraf berbasis kekayaan intelektual, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing ekraf dengan sasaran dan indikator program prioritas 2029.
Prosentasenya, menurut dia, 6,12% untuk laju pertumbuhan PDB ekraf, 5,96% untuk pertumbuhan ekspor ekraf, 27,66 juta untuk tenaga kerja ekraf, dan 8,08% untuk pertumbuhan investasi ekraf.
"Tentu kegiatan-kegiatan yang kami lakukan meliputi penguatan ekosistem pada tujuh subsektor prioritas, seperti kuliner, kriya, fesyen, gim, aplikasi, musik, dan film, animasi, serta video,” tutur dia.
Baca Juga
Beri Pembekalan, Menteri Ekraf Minta CPNS Kementerian Kuasai AI
Menekraf memastikan Kemenekraf telah menyusun strategi yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan program-program ekraf, seperti pengembangan subsektor prioritas yang didasarkan kepada potensi pertumbuhan serta sejalan dengan perkembangan tren.
"Kami juga akan mengembangkan ekosistem kekayaan intelektual, akselerasi ekspor ekraf terutama dari sisi intangible product, penguatan hulu-hilir, mendorong ekraf terhubung sebagai rantai pasok sektor lain, dan pengembangan ekraf di 15 provinsi prioritas yang memiliki modalitas tertinggi,” papar dia.
DPR Setujui Anggaran
Sementara itu, pimpinan rapat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan, pihaknya menyetujui usulan tambahan anggaran oleh Kemenekraf. Ia meminta agar Kemenekraf segera menyampaikan data pendukung usulan tambahan anggaran 2026 yang lebih detail.
Selain itu, Kemenekraf diharapkan menindaklanjuti masukan dari beberapa anggota Komisi VII DPR yang telah dibahas selama rapat berlangsung.
Baca Juga
Wamenekraf Sebut Teknologi Blockchain Buka Peluang Layanan Keuangan Tanpa Batas Geografis
“Kami berharap Kemenekraf bisa meningkatkan daya saing pegiat ekraf, khususnya subsektor digital, meningkatkan kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis bagi SDM ekraf dalam penggunaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI), dan meningkatkan kreativitas dalam merancang kegiatan guna pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar dia.
Selain itu, Saraswati meyakini Kemenekraf dapat mengoptimalkan kerja sama dengan pemda dan pemangku kepentingan lain dalam pengembangan ekraf di daerah.
"Kementerian Ekraf juga bisa lakukan pemanfaatan potensi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekraf bidang kreativitas budaya, khususnya seni pertunjukan,” imbuh Saraswati.
Dalam raker itu, Menekraf Teuku Riefky Harsya didampingi jajaran pejabat eselon 1 dan 2 Kemenekraf. Sedangkan dari Komisi VII DPR tampak hadir Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay, Wakil Ketua Komisi VII Lamhot Sinaga, beserta jajaran anggota Komisi VII DPR.

