Soal Baliho Prabowo-Gibran di Welcome to Batam, TKN: Itu Area Boleh Kampanye
JAKARTA, investortrust.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyatakan pemasangan baliho Prabowo-Gibran di ikon Kota Batam, Welcome to Batam tak menyalahi aturan. TKN menyatakan, Welcome to Batam yang berada di Lapangan Welcome merupakan area yang diperbolehkan untuk kampanye.
"Ada area-area di Batam yg diperbolehkan untuk kampanye, termasuk Lapangan Welcome itu," kata Wakil Komandan Tim Hukum TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman di kantor Bawaslu Jakpus, Rabu (3/1/2024).
Baca Juga
Cak Imin Pertanyakan Utang untuk Alat Perang, TKN: Tidak Paham Geopolitik
Bahkan, Habiburokhman menyebut terdapat surat dari Bawaslu setempat yang memperbolehkan area Welcome to Batam untuk kampanye.
"Lapangan Welcome itu ada surat Bawaslu setempat yang mengatakan bisa merupakan area kampanye. Ada surat Bawaslunya yang terbit sebelum pemasangan," katanya.
Sebelumnya, viral di media sosial, baliho Prabowo-Gibran terpasang di Welcome to Batam. Hal itu membuat sebagian wisatawan enggan berfoto di ikon Kota Batam tersebut.
Atas viralnya baliho tersebut, Bawaslu Kepulauan Riau mencopot baliho Prabowo-Gibran. Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra mengatakan pemasangan APK di Welcome to Batam tidak sesuai dengan PKPU nomor 15 tahun 2023, sehingga harus dilakukan pencopotan.
Ia menjelaskan berdasarkan PKPU tersebut disampaikan bahwa APK dilarang dipasang pada tempat ibadah, rumah sakit, sarana pendidikan, gedung pemerintah, fasilitas tertentu milik pemerintah, dan fasilitas lainnya yang dapat mengganggu penertiban umum.
Tindakan Bawaslu itu menimbulkan reaksi dati TKD Prabowo-Gibran Kepri melaporkan pengaduan ke Polresta Barelang atas dugaan perusakan yang dilakukan oleh Bawaslu Kepri dan Bawaslu Batam.
Baca Juga
Habiburokhman menyatakan, TKN tidak meminta dan memerintahkan TKD untuk melaporkan pencopotan Baliho. Namun, TKN mempersilakan jika TKD ingin melakukan langkah hukum.
"Oh enggak (menyarankan), tetapi ya mau laporkan ya silakan saja. Iya, silakan saja ya," katanya.

