Romo Benny Susetyo Wafat, Setara Institute: Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan dan Perdamaian
JAKARTA, investortrust.id - Setara Institute berduka atas wafatnya Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Benny Susetyo pada usia 55 tahun di RS Mitra Medika Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (5/10/2024). Benny merupakan pendiri dan Sekretaris Dewan Nasional Setara Insistute.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Ismail Hasani mengenang sosok Benny sebagai pejuang kemanusiaan dan perdamaian di Indonesia. Pemikiran dan perjuangan Romo Benny merupakan sumbangsih yang tak ternilai bagi Indonesia.
"Selamat jalan pejuang kemanusiaan dan perdamaian. Selamat jalan Pak Benny Susetyo, istirahat dalam tenang dan damai. Setara Institute dan banyak kawan tokoh dan aktivis serta komunitas korban dan marjinal yang dibela, berduka mendalam dan merasa kehilangan," ungkap Ismail Hasani dalam keterangannya, Minggu (6/10/2024).
Ismail Hasani mengenang sejarah kelahiran Setara Institute pada 2005. Saat itu, sekitar 22 tokoh pro-demokrasi yang hadir dalam sebuah forum di Hotel Cemara. Beberapa di antaranya, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Azyumardi Azra, Hendardi, Rocky Gerung, dan pendiri Setara Institute lainnya, termasuk Ismail Hasani.
Baca Juga
Stafsus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo Meninggal Dunia
Dalam forum itu, Romo Benny yang tergolong junior di antara tokoh lainnya menyampaikan pemikirannya mengenai pluralisme dan kondisi kebangsaan yang saat itu rapuh. Hal ini karena Reformasi 1998 baru mencetak perubahan sebagian struktur formal kenegaraan dan belum menyentuh segi-segi fundamental bernegara.
"Pandangan kritis tokoh dan aktivis yang biasa dipanggil Romo Benny ini, melampaui para tokoh agama pada umumnya," tuturnya.
Meski tergolong junior, pemikiran dan pandangan Romo Benny yang dikenal juga sebagai agamawan Katolik menjadi salah satu peneguh bagi Setara Institute menjadikan agenda penguatan pluralisme dan pemajuan HAM sebagai pilar gerakan dan pemikiran organisasi yang kami dirikan di 19 tahun lalu.
"Kini Benny Susetyo telah mangkat dan dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa dalam usia 55 tahun. Duka mendalam kami rasakan," ungkapnya.
Selama 15 tahun, Benny Susetyo terus menjadi sekretaris Dewan Nasional Setara Institute, organisasi yang didirikannya. Romo Benny menemani para peneliti dan aktivis di Setara Institute dan mewarnai berbagai gerakan sosial yang dinamis. Termasuk terkait ancaman nyata atas ideologi Pancasila, ancaman pluralisme dan HAM, pelemahan KPK hingga demokrasi yang dirusak oleh rezim yang justru lahir dari berkah demokrasi.
"Pergaulan yang luas dan luwes, menjadikan Romo Benny bisa diterima di banyak kalangan dan terus mengobarkan aneka gerakan sosial, meski lebih dari 8 tahun terakhir dirinya dipercaya menjadi staf khusus Dewan Pengarah BPIP," katanya.
BPIP atau sebelumnya UKP PIP dibentuk salah satunya merupakan hasil pergulatan Romo Benny, Setara Institute dan Ketua MPR 2009-2013, almarhum Taufiq Kiemas. Para tokoh itu mengomunikasikan ke berbagai pihak untuk memastikan rekomendasi riset Setara Institute dan MPR di 2011 untuk melakukan rejuvenasi Pancasila melalui gerakan kebudayaan dan dialektika yang terus hidup. Riset dan rekomendasi Setara Institute dan MPR itu pada akhirnya terwujud saat PDIP dan Jokowi memenangi kontestasi Pemilu 2014.
"Makanya kami sering bercanda dengan menyebut Romo Benny sebagai duta Setara di BPIP," ungkapnya.
Romo Benny sering berganti baju saat ingin menyampaikan pikiran dan kegelisahan. Kadang menyebut diri sebagai wakil BPIP, kadang pendiri Setara Institute, rohaniawan, dan budayawan. Predikat-predikat itu menandakan bahwa Benny bisa berganti peran. Namun, idealismenya untuk kemanusian, pluralisme dan HAM serta demokrasi tidak berubah. Ismail mengungkapkan, kegigihan dan dedikasi Benny Susetyo yang tanpa batas untuk kemanusiaan dan perdamaian telah diakui banyak pihak.
"Kami bersaksi Benny Susetyo adalah orang baik. Soal kegigihan dan dedikasinya yang tanpa batas diakui banyak pihak," katanya.
Baca Juga
Setara Institute Apresiasi Langkah Cepat Polisi Usut Pembubaran Diskusi
Ismail tak menyangka pertemuan pada 27 Agustus 2024 ternyata pertemuan terakhirnya dan Benny Susetyo. Dalam forum diskusi pakar, Benny mengingatkan soal kemerosotan etika bernegara, korupsi dan vetokrasi republik.
"Pembudayaan ideologi Pancasila dan disiplin dengan prinsip negara hukum demokratis atau demokrasi konstitusional harus tetap menjadi pemandu untuk mewujudkan Indonesia emas 2045," katanya.
