Unusia Gelar Sidang Etik terhadap Zainul Maarif Imbas Bertemu Presiden Israel
JAKARTA, investortrust.id - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) merespons keras kunjungan Zainul Maarif, salah seorang dosen di kampus tersebut, ke Israel. Diketahui Zainul Maarif merupakan salah satu dari lima warga Nahdlatul UIama (NU) atau nahdliyin yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Foto pertemuan lima nahdliyin dengan Isaac Herzog itu viral di media sosial.
Menurut Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri, pertemuan Zainul Maarif dan empat nahdliyin lainnya dengan Isaac Herzog merupakan inisiatif individu dan tidak memiliki keterkaitan dengan lembaga pendidikan di bawah naungan NU tersebut.
"Unusia akan menggelar sidang etik terhadap Saudara Zainul Maarif untuk mempertanggung jawabkan aktivitas yang bersangkutan," kata Dwi kepada Investortrust.id, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga
Dwi mengakui kunjungan tersebut memiliki dampak langsung bagi Unusia dan sekaligus bertentangan dengan dengan nilai-nilai yang dianut oleh lembaga.
"Unusia mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina dan mengecam keras praktik genosida oleh Israel terhadap bangsa Palestina yang hingga kini masih terus berlangsung," tutup Dwi.
Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Zainul Maarif tercatat merupakan pengajar di Unusia sejak tahun 2021. Ia juga tercatat pernah bekerja sebagai asisten profesor di Universitas Paramadina dari tahun 2016 hingga 2021.
Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBN) direncanakan akan memberikan tanggapan terkait kunjungan lima cendekiawan berlatar belakang NU ke Israel yang sekaligus melakukan pertemuan dengan Presiden Isaac Herzog. Ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, direncanakan akan memberikan keterangan resmi pada Selasa (16/7/2024) pukul 14.30 WIB.
Diberitakan, PBNU memastikan memanggil lima warga NU atau nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. Foto pertemuan warga NU dengan Presiden Israel itu viral di media sosial.
“Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang, dan siapa yang memberangkatkan, serta hal-hal prinsip lainnya,” kata Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dikutip dari Antara, Senin (15/7/2024).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan PBNU juga segera memanggil pimpinan badan otonom (banom), serta lembaga yang menaungi kelima orang tersebut.
"Ketua Umum juga akan memanggil pimpinan banom dan lembaga yang menjadi pengabdian yang bersangkutan,” ujarnya.
Baca Juga
Gus Ipul menyatakan, PBNU tak segan menindak dan bahkan memberhentikan kelima orang itu sebagai pengurus lembaga atau banom jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi. Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyayangkan kunjungan lima orang tersebut yang mengatasnamakan pemuda NU ke Israel dan bertemu Isaac Herzog.
"Kelima orang tersebut tidak mendapat mandat PBNU, dan juga tidak pernah meminta izin ke PBNU,” katanya.
Menurut dia, kepergian lima orang itu ke Israel merupakan tindakan yang sangat tidak bijaksana di tengah situasi yang memanas antara Israel dan Palestina. Apalagi, NU sebagai organisasi berada di barisan depan mengutuk serangan terus-menerus yang dilakukan Israel.
“Kepergian mereka ke Israel adalah tindakan yang sangat-sangat tidak bijaksana, membingungkan, dan mendapatkan banyak kecaman yang nyata. Kunjungan itu juga melukai perasaan kita semua,” ujarnya.

