Menko Airlangga: Program Kebijakan Satu Peta Akan Dilanjutkan di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Kebijakan Satu Peta (KSP) akan dilanjutkan di era pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Rekomendasinya adalah program ini akan dilanjutkan di pemerintahan berikutnya. Jadi ini untuk keberlanjutan,” kata Airlangga saat menghadiri One Map Policy Summit 2024, di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Airlangga mengatakan program KSP telah berjalan sejak 2016 atau delapan tahun. Program ini dilandasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 tahun 2016 yang diperbarui dengan Perpres 23 tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.
Baca Juga
Kompak, Airlangga dan Tim Prabowo Bantah Rasio Utang Bakal Naik Hingga 50%
“Selama delapan tahun, one map policy ini telah mengompilasi data, kemudian integrasi, dan sinkronisasi informasi geospasial. Program ini telah menyelesaikan 151 peta tematik dari 23 kementerian dan lembaga di 38 provinsi,” kata dia.
Lima Menteri dan dua Kepala Lembaga Negara berkumpul pada acara Rapat Kerja Nasional Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy Summit 2024, Kamis, (11/7/2024), di Jakarta. Dari kiri ke kanan: Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Kepala Badan Informasi Geospasial Muh. Aris Marfai. Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Airlangga mengatakan hingga 2023, telah ditetapkan empat jenis peta dari program ini, di antaranya peta indikatif, tumpang tindih dengan ketidaksesuaian izin, konsesi, hak atas tanah atau hak pengelolaan.
“Dari penyelesaian ketidaksesuaian tersebut lima tahun terakhir sudah berhasil menurunkan tumpang tindih sebesar 19,97 juta ha, yaitu dari 77,38 juta ha di tahun 2019 menjadi 57,41 juta ha di 2024,” ujar dia.
Baca Juga
Luhut Bilang Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus, Airlangga: Masih Dikoordinasikan
Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muhammad Aris Marfai mengatakan kompilasi geospasial tematik telah mencapai 100%. Sedangkan integrasi data yang telah kita lakukan mencapai 98%.
“Masih terdapat dua informasi geospasial tematik yang sedang dalam proses verifikasi dan juga perbaikan,” kata Aris.
Aris mengatakan sebanyak 14 kementerian dan lembaga sudah memenuhi target rencana aksi kompilasi data geospasial. Sementara itu, sembilan kementerian/lembaga dalam proses pemenuhan target rencana aksi atau progress on track.

