Wamentan Pastikan Program Pertanian Era Presiden Jokowi Dilanjutkan di Pemerintah Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan program pertanian yang saat ini tengah berjalan akan dilanjutkan pada pemerintahan yang dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto jelas disampaikan bahwa akan melanjutkan program yang sudah berjalan saat ini, bahkan program presiden-presiden terdahulu," ucap Wamentan Sudaryono dalam keterangan tertulis, Senin (16/9/2024).
Dengan demikian, kata Wamentan Sudaryono, Presiden terpilih Prabowo secara tegas ingin membuat Indonesia jauh lebih maju, terutama dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Hal ini bisa diwudukan dengan keberlanjutan ke depan.
Baca Juga
Dukung Swasembada Pangan dan Energi, Wamentan Bahas B50 dan Bioetanol
"Jadi tidak ada lagi istilahnya kita putar haluan dan seterusnya yang menghambat pembangunan. Karena itu, program yang belum selesai akan diselesaikan terutama beberapa tantangan seperti energi dan pangan," paparnya.
Sementara itu, Wamentan Sudaryono juga menyebutkan capaian sektor pertanian yang terus mengalami perkembangan pesat. Di antaranya adalah kenaikan produksi di tengah ancaman el nino dan food estate yang terus dikerjakan.
"Tadi ada semacam laporan akhir dari masing-masing Kementerian melaporkan perkembangan kemajuan yang signifikan. Nah di pertanian capaian-capaiannya kita sampaikan seperti peningkatan produksi di tengah el nino," terang Sudaryono.
Baca Juga
Mentan Amran Ajak Negara G20 Tingkatkan Produksi Pangan untuk Hadapi Tantangan Global
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil seluruh Menteri untuk menghadiri rapat paripurna terakhir pemerintahannya selama 10 tahun. Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi berpesan agar dalam membuat kebijakan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Jangan membuat kebijakan-kebijakan ekstrem terutama yang menyangkut hajat orang banyak yang berpotensi merugikan masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan gejolak," ungkap Jokowi.

