Pemerintahan Era Prabowo Bakal Gabung BRICS? Ini Kata Menko Airlangga
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana pemerintahan Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dengan BRICS, organisasi ekonomi yang dibentuk Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
"Kita akan kaji, kita harus melihat Rusia, India, China salah satu yang blok besar, tetapi kita akan terus monitor dimanika yang muncul dari negara tersebut," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Meski demikian, Airlangga belum sepenuhnya mengiyakan rencana tersebut. Sebab, rencana ini dapat membatalkan aksesi Indonesia bergabung dengan OECD. "Kita belum seluruhnya kan masih dalam proses," ujar dia.
Baca Juga
Stella Christie, Guru Besar Tsinghua University yang Bakal Masuk Kabinet Prabowo
Wacana untuk kembali bergabung dengan BRICS, kata Airlangga, muncul karena keinginan Prabowo berporos ekonomi ke Timur. "Beliau terakhir posisi timur, dari menko kita juga ke timur, jadi kita sudah paham arah," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, BRICS memiliki karakteristik yang berbeda dengan blok atau organisasi antarnegara lain. Salah satu karakteristik yang mencolok adalah, organisasi ini digagas oleh negara berkembang.
Baca Juga
Apa Untungnya Jika Indonesia Bergabung ke BRICS, Ini Kata Pakar
Dengan corak ini, kata Faisal, seharusnya negara-negara yang bergabung di BRICS memiliki agenda dan ketertarikan yang sama. Peluang ini memungkinkan karena ketertarikan ini tak diakomodasi oleh aliansi yang digagas negara-negara maju.
Karakteristik lain yang mencolok adalah, anggota BRICS berasal dari negara-negara berkembang dan punya pasar besar. Dengan kesamaan latar belakang ini, kata Faisal, harusnya BRICS bisa meningkatkan daya saing (competitiveness) produk-produk buatan dalam negerinya.

