Menkopolhukam: Layanan Publik Terdampak Serangan Ransomware PDNS 2 Sudah Pulih
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa seluruh layanan publik yang terdampak serangan ransomware ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 sudah berjalan normal.
Seperti diketahui, layanan publik dari 282 instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah sempat lumpuh setelah PDNS 2 serangan ransomware oleh kelompok peretas Brain Cipher. Tak terkecuali layanan keimigrasian dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang perannya begitu vital.
"Untuk pelayanan masyarakat yang menggunakan digital, per 1 Juli 2024 kemarin sudah berjalan normal. Layanan masyarakat sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, walaupun kita terus meningkatkan kemampuan," ujar Hadi di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga
Kemenkominfo Bungkam Soal Pusat Data Nasional yang Dibebaskan Cuma-Cuma oleh Peretas
Sayangnya, Hadi tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pulihnya layanan publik yang terdampak serangan ransomware ke PDNS 2. Dia hanya menegaskan bahwa kemampuan pusat data pengganti PDNS 2 akan terus ditingkatkan, terutama untuk sistem keamanannya.
"Pemerintah saat ini terus meningkatkan kemampuan PDN pengganti PDNS 2 di Surabaya untuk bisa memiliki kemampuan backup (pencadangan) data berganda, backup berlapis, dengan pengamanan yang baik," tegasnya.
Sebelumnya, Hadi menjelaskan pengoperasian layanan publik yang terdampak serangan ransomware ke PDNS 2 akan didukung oleh pusat data cadangan di Batam, Kepulauan Riau. Pusat data yang sebelumnya disiapkan untuk pencadangan data (backup) atau Disaster Recovery Center (DRC) itu akan ditingkatkan kemampuannya.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, Jokowi: Evaluasi Semuanya
“Coldsite yang ada di Batam akan mem-backup dengan meningkatkan kemampuannya menjadi hotsite khusus untuk pelayanan yang bersifat strategis,” katanya di Gedung Kemenkopolhukam, pada Senin (1/7/2024) lalu.
Sebagai catatan, hotsite adalah DRC yang selalu aktif dan siap digunakan setiap saat karena memiliki infrastruktur yang sama dengan pusat data utama. Sementara itu, coldsite adalah DRC yang tidak aktif dan hanya memiliki infrastruktur dasar.
Hadi tak memberikan komentar terkait dengan diberikannya kunci enkripsi untuk membuka akses data yang tersimpan di PDNS 2 oleh Brain Cipher pada Kamis (4/7/2024). Demikian halnya dengan temuan informasi untuk mengakses PDNS yang disebarluaskan oleh oknum karyawan alih daya (outsourcing) PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), perusahaan yang ikut berperan mengelola pusat data pemerintah itu.
Sebagaimana diketahui, ramai di media sosial oknum yang bernama Dicky Prasetya Atmaja membocorkan dokumen berisi akun pengguna (username) dan kata sandi (password) PDNS di platform berbagi dokumen Scribd. Dalam dokumen tersebut juga tercantum jaringan pribadi virtual atau virtual private network (VPN) untuk mengakses PDNS.

