Pakar Siber: PDN Levelnya Bak Amazon, Tapi Pengamanannya Selevel Warnet
JAKARTA, investortrust.id - Pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menyebut bahwa tingkat pengamanan dari Pusat Data Nasional (PDN) sangat lemah. Hal tersebut pun menjadi penyebab sistem penyimpanan tersebut diserang oleh ransomware.
Padahal menurut Alfons, besaran data yang dipusatkan dalam PDN sangat banyak, yakni kurang lebih terdapat 5.000 server. Dengan beban seperti itu, seharusnya tingkat pengamanan yang dilakukan pemerintah layaknya sistem pada Amazon Web Service (AWS) dan Google.
"Otomatis PDN itu langsung naik level jadi pusat data yang luar biasa besar, dengan data yang segitu besar, saya bilang levelnya enggak kalah sama AWS, enggak kalah sama Google Cloud," ucapnya dalam diskusi secara virtual, Sabtu (29/6/2024).
Baca Juga
DPR Ungkap Negara Berpotensi Rugi Rp 20.000 Triliun Akibat Peretasan Pusat Data Nasional
"Harusnya tingkat pengamanan, tingkat administrasinya selevel itu (AWS dan Google). Jadi kami lihat levelnya amazon, tapi administrasinya selevel warnet," tambah Alfons.
Lebih lanjut, Alfons menyebutkan bahwa Indonesia telah diserang ransomware sebanyak 14 kali hingga Juni 2024 ini. Kejadian tersebut terbilang cukup sedikit jika dibandingkan dengan ribuan sistem di dunia yang sudah diserang oleh ransomware.
"Kemungkinan besar mereka di-encrypt jadi memang cukup besar kemungkinannya data tidak berhasil di-copy data yang ada di PDN itu, jadi hanya di-encrypt," terangnya.
"Tapi yang jadi masalah adalah kalau di-encrypt, tetapi tidak bisa mengakses datanya, karena itu isinya sampai 5 tera (terabyte), bayangkan saja mau men-download-nya berapa lama," tandas Alfons.

