Menteri PPN Jawab Kekhawatiran Investor Asing soal Makan Bergizi Gratis dan IKN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjawab kekhawatiran investor asing mengenai rencana program makan bergizi gratis dan kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Suharso mengatakan, program makan bergizi gratis yang digagas Prabowo justru menunjukkan pemerintahan mendatang akan melakukan belanja investasi.
“Pemerintah ke depan menurut saya justru banyak melakukan investasi-investasi. Kalau belanja modal yang sifatnya ke investasi yang basisnya revenue based, itu bagus,” kata Suharso di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga
Ada Makan Bergizi dan IKN, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Lewati 5%
Suharso mengatakan dalam pertemuannya dengan tim ekonomi Prabowo, belanja modal yang memberikan utang kepada pemerintah. Dia mengatakan pada pemerintahan mendatang belanja modal yang dilakukan akan memiliki self financing tersendiri.
“Itu sangat memungkinkan karena di undang-undang perbendaharaan negara itu pemerintah boleh melakukan investasi,” ucap dia.
Suharso memastikan telah menyiapkan ruang anggaran untuk program-program pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, termasuk makan bergizi gratis. Selain itu, kata dia, terbuka pula kemungkinan program itu dirancang dalam APBN perubahan.
“Itu dimungkinkan di undang-undang. Bukan suatu yang baru. Zaman Pak SBY ke Jokowi ada. Apalagi nanti RPJMN akan diputuskan maksimal tiga bulan setelah presiden terpilih dilantik,” kata dia.
Suharso mengatakan investor tak perlu khawatir dengan anggaran makan bergizi gratis. Dia mengatakan model program ini sudah ada di banyak negara.
“Sekarang kalau isunya orang enggak mampu tingkatkan gizi untuk atasi stunting, lalu anak-anak sekolah bisa dapat kalori yang pas, why not?” kata dia.
Baca Juga
Jokowi Tunjuk Bambang Susantono Jadi Utusan Khusus Kerja Sama Internasional IKN
Mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), Suharso memastikan tetap pembangunannya tetap berjalan. Meski demikian, dia mengakui investor asing masih wait and see.
“Hal yang umum di setiap pergantian kepemimpinan, mereka melihat bagaimana conformity. Kalau itu buat mereka pas, saya kira enggak ada soal, enggak ada isu,” ujar dia.
Menurutnya, realisasi dari pemindahan ibukota ke IKN dapat menjadi daya tarik investor.
“Kalau investasi bisa buat itu menarik benar-benar ibu kota pindah. Benar-benar fungsi berjalan, sesuai masterplan. Kalau itu bagi investor itu suatu yang positif mereka pasti tertarik dan seharusnya mereka tertarik karena itu menjanjikan,” ucap dia.

