Perbaikan Sistem Air Pascagempa Sulawesi Selesai, 50% Rumah Tersambung dari Target 4.000 SR
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi dan peningkatan Sistem Jaringan Air Baku Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, saat ini jaringan perpipaan sudah tersambung sekitar setengah atau 50% dari target 4.000 Sambungan Rumah (SR).
"Dari target sekitar 4000 Sambungan Rumah (SR), saat ini baru tersambung setengahnya sekitar 2000 SR. Ini yang harus kita kejar berikutnya untuk ditingkatkan, selain juga terus meningkatkan kualitas airnya," kata Arie dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Bangun Irigasi Perpipaan Warga di Gunung Kidul
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun menyampaikan, perbaikan jaringan perpipaan (supply) air ini untuk mengembalikan fungsi air penyediaan air baku dari intake (bangunan pengambil air) Saluki dengan kapasitas 600 liter/detik yang rusak akibat bencana gempa bumi dan likufikasi pada 2018 silam di Palu Sulawesi Tengah.
"Jadi ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik merupakan basic untuk kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” tandas Basuki.
Arie melanjutkan, selain terus meningkatkan kualitas dan kuantitas sistem air baku, ia juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan pengelolaan sistem air baku yang sudah dibangun. "Untuk itu akan terus dikoordinasikan pengelolaannya nanti, apakah diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Daerah atau dibantu oleh pihak badan usaha," ujar dia.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana menambahkan, rekonstruksi dan peningkatan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala/Uveta yang dilakukan oleh BWS berupa intake Saluki yang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. “Saat ini progres konstruksinya sudah rampung 100% selesai," papar dia.
Baca Juga
Tinjau Jaringan Perpipaan Transmisi Air Minum IKN, Menteri PUPR Bilang Begini
Sebagai informasi, lingkup pekerjaan paket I mencakup Rehabilitasi Bendung dan kantong lumpur, pekerjaan pipa diameter 700 mm sepanjang 4.100 meter, pemasangan pipa transmisi diameter 800 mm sepanjang 12.218 meter, pemasangan pipa diameter 710 mm sepanjang 2.500 meter, reservoar dan pekerjaan landscape. Pekerjaannya dilaksanakan kontraktor PT. Wijaya Karya – PT. Minarta Dutahutama, KSO.
Sementara untuk paket II, lingkup pekerjaannya mencakup pekerjaan pipa diameter 700 mm sepanjang 15.760 meter, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi 800 mm sepanjang 6.859 meter, pengadaan dan pemasangan pipa 710 mm sepanjang 3.298 meter, pekerjaan Intake pada rumah pompa, pekerjaan SCADA Online Leak Detection Management System, pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Pipa 3 Layer, dan pekerjaan SCADA Sistem Daerah Irigasi Gumbasa. Pekerjaannya dilaksanakan kontraktor PT. Adhi Karya (Persero)- PT.Nindya Karya (Persero)- PT.Basuki Rahmanta Putra, KSO.
Progres Intake Poboya Capai 95%
Selain rekonstruksi sistem jaringan air baku Pasigala/Uveta, Dedi mengungkapkan, saat ini Kementerian PUPR melalui BWS Sulawesi III Ditjen Sumber Daya Air juga menyelesaikan peningkatan sistem air baku untuk pemenuhan kebutuhan air di Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang direlokasi dari lokasi likuifaksi.
"Salah satunya yang saat ini penyelesaian adalah intake Poboya yang berguna sebagai supply kebutuhan air baku di Huntap Tondo dan sekitarnya. Saat ini progresnya sudah 95% dan akan segera rampung," imbuh Dedi.
Pembangunan sistem air baku Poboya, tutup Dedi, melingkupi pembangunan Sabodam dan Intake Poboya, pemasangan Pipa Transmisi diameter 250 mm, pekerjaan jembatan pipa, pekerjaan Hydrotest, pengadaan alat laboratorium, dan monitoring kebocoran. Intake Poboya ini dibangun berkapasitas 66 lliter/detik yang dilaksanakan kontraktor PT. Minarta Dutahutama.

