Ini Progres Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota, Stasiun Glodok-Kota Tersambung
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) atau MRT Jakarta mengumumkan, pekerjaan Stasiun Glodok dan Kota kini telah terhubung, ditandai dengan selesainya pembangunan terowongan Stasiun Glodok menuju Stasiun Kota oleh mesin bor terowongan (tunnel boring machine) 1.
Kedua stasiun tersebut merupakan salah satu proyek konstruksi MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota yang bekerjasama dengan Sojitz Corporation dengan nilai kontrak Rp 4,7 triliun.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan, TBM 1 berhasil membangun terowongan sepanjang 244,5 meter di kedalaman 23,75 meter selama sekitar 105 hari.
“Selanjutnya, mesin bor berdiameter sekitar 6,7 meter tersebut, akan membangun terowongan dengan titik mulai dari Stasiun Kota menuju Stasiun Glodok," kata Ahmad Pratomo dalam keterangan tertulis, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
HUT Kota Jakarta Ke-497, Naik MRT-LRT-Transjakarta Hanya Rp 1 pada 22-23 Juni 2024
Stasiun Glodok dan Kota, kata dia, dikerjakan dalam paket kontrak CP203 dengan total panjang jalur dari Stasiun Mangga Besar hingga Kota sekitar 1.400 meter. Ahmad Pratomo, kerap disapa Tomo, mengatakan bahwa kedua stasiun tersebut akan rampung di 5 tahun mendatang.
"Stasiun Glodok terdiri dari dua lantai dengan panjang stasiun sekitar 240 meter, lebar 19,8 meter, dan berada di kedalaman hingga 18,45 meter. Sedangkan Stasiun Kota terdiri dari tiga lantai, dengan panjang stasiun sekitar 231,2 meter, lebar 17,3 meter, dan berada di kedalaman 23,75 meter. Kedua stasiun ini ditargetkan selesai pada 2029 mendatang," imbuh dia.
Hingga 25 Juni 2024 lalu, menurutnya, perkembangan konstruksi fase 2A telah mencapai 37,55%.
Baca Juga
Kemenhub Buka Suara soal Progres Pembangunan Terminal Demak dan Air Sebakul
Berikut rincian progres pekerjaan konstruksi MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota:
1. Paket kontrak CP201 (Stasiun Thamrin dan Monas): 78,50%;
2. Paket kontrak CP2022 (Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar): 32,22%;
3. Paket kontrak CP2023 (Stasiun Glodok dan Kota): 57,89%;
4. Paket kontrak CP205 (sistem perkeretaapian dan rel): 4,52%;
5. Paket kontrak CP206 (kereta): evaluasi dokumen tender, dan
6. Paket kontrak CP207 (sistem pembayaran): call for tender.

